Campus Zone

Dosen Unja yang Suka Olahraga Sejak di SMA Ini, Ternyata Pencipta 'Senam Siginjai'

Dosen Unja yang Suka Olahraga Sejak di SMA Ini, Banyak Ciptakan Senam, Diantaranya 'Senam Siginjai'

Dosen Unja yang Suka Olahraga Sejak di SMA Ini, Ternyata Pencipta 'Senam Siginjai'
Tribunjambi/Nurlailis
Dosen Unja yang Suka Olahraga Sejak di SMA Ini, Banyak Ciptakan Senam Diantaranya 'Senam Siginjai'

Dosen Unja yang Suka Olahraga Sejak di SMA Ini, Ternyata Banyak Ciptakan Senam, Diantaranya 'Senam Siginjai'

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kecintaanya terhadap olahraga, membuat Sugih Suhartini mengambil jurusan Porkes di Universitas Jambi (Unja) tanpa ada alternatif jurusan lainnya. Iapun menjadi mahasiswa Porkes pada 2006 lalu.

Ia memang menyukai olahraga khususnya senam sejak masih SMA. Pada saat kuliah, iapun menjadi asisten pembantu dosen hingga memutuskan untuk mengambil S2 dan menjadi dosen di Unja saat ini.

"Dari menjadi asisten pembantu dosen itulah, melihat ada peluang, ada kemampuan. Akhirnya saya diarahkan setelah S1 langsung S2," ungkapnya.

Baca: VIDEO: Senam Zumba Diikuti Ribuan Peserta, Serunya Jalan Sehat Dalam Rangka HUT Tribun Jambi ke 9

Baca: Sambut Hari Raya dengan Busana Muslim Couple untuk Keluarga, Bisa Didapat di Azila Rumah Muslim

Baca: Sebut Pemilu Berdarah dan Paling Bobrok, Mahasiswa di Jambi Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wanita kelahiran Jambi, 4 November 1987 ini mengaku selama kuliah memang fokus di senam saja. Kegiatan sehari-haripun di luar kuliah dihabiskan untuk latihan dari subuh hingga malam.

Sugih Suhartini pun adalah pencipta dari Senam Siginjai. Senam Siginjai ini diciptakan untuk pembaharuan. Sebelumnya ada Senam Jambi, senam Jambi Emas. Karena butuh pembaharuan kata Sugih, maka diciptakan senam Siginjai yang menurutnya proses senam tersebut tercipta selama dua bulan.

"Kalau senam itu harus diukur tempo, efek gerakan, apakah dapat mencapai kebugaran. Jadi, ada analisanya untuk menciptakan senam," tuturnya.

Baca: Senam Siginjai Diusulkan Masuk Mulok di Sekolah

Baca: Ramadhan Berkah Bagi Rumsiah, Keliling Jual Lauk Masak di Perkantoran Bupati Muarojambi

Baca: Instagram, Facebook, Twitter & WhatsApp Ditutup Sementara, Terutama Konten Video

Perkembangan juga terjadi dalam dunia senam. Istri dari Tasdik Husni Amri ini, mengatakan peralatan seorang instruktur senam kalau dulu menggunakan kaset, CD, untuk musik senam. Kini beralih ke laptop dan sekarang semua bisa di handphone.

Untuk senam menurutnya, tidak bisa menggunakan lagu sembarangan karena ketukan yang tidak sesuai. Gerakan senam ada 1-8. Musik diluar musik-musik senam terkadang tidak sesuai ketukan. Diakuinya, instruktur senam juga harus mengerti musik.

Hal-hal paling inspiratif yang bisa ia bagikan adalah masa mudanya yang digunakan untuk mengukir prestasi. untuk usia muda pada saat itu dengan memiliki prestasi adalah hal yang luar biasa.

Menjadi tantangan bagi olahragawan untuk terus berprestasi dan menutup efek negatif yang kemungkinan masuk.

"Karena kita memang fokus untuk berprestasi. Baiknya memang usia muda fokus untuk mengukir prestasi," ucapnya.

Dosen Unja yang Suka Olahraga Sejak di SMA Ini, Banyak Ciptakan Senam, Diantaranya 'Senam Siginjai' (Nurlailis/Tribun Jambi)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved