Bupati Haris Minta Masyarakat Merangin Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi Aksi Demonstrasi di Jakarta

Bupati Merangin meminta pada masyarakat Merangin untuk tidak terprovokasi dengan kondisi yang terjadi pascapemilu.

Bupati Haris Minta Masyarakat Merangin Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi Aksi Demonstrasi di Jakarta
TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR
Bupati Merangin Al Haris 

Bupati Haris Minta Masyarakat Merangin Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi Aksi Demonstrasi di Jakarta

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Bupati Merangin meminta pada masyarakat Merangin untuk tidak terprovokasi dengan kondisi yang terjadi pasca Pemilu.

Mereka meminta kepada masyarakat untuk menahan diri dan jangan memancing ataupun terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar.

"Menyikapi kondisi dan situasi yang terjadi mulai malam tadi dan hari ini, kami mengajak dan menghimbau pada masyarakat Kabupaten Merangin, menjadi kondusif dan tidak usah terlibat dengan isu-isu yang dapat mempecah belah bangsa," kata Bupati Merangin Al Haris yang didampingi oleh Forkompinda lainnya.

Hal itu untuk menindak lanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 yang mengusung Tema “Sinergitas Tindu PKS dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serentak Tahun 2019".

Baca: VIDEO TERKINI, Pasca Kerusuhan Aktivitas Perkantoran dan Pertokoan di Thamrin dan Tanah Abang Lumpuh

Baca: Baznas Kota Jambi Targetkan Penerimaan Zakat Tahun Ini Tembus Rp 6 Miliar

Baca: Tak Punya Solusi, Dishub Tanjab Timur Kesulitan Tertibkan PO Ilegal

Baca: Sidang Gugatan Tarif PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, YLKI Datangkan Mantan Kepala PDAM Bungo Jadi Ahli

Baca: Anggaran Terbatas, Honorer di Bungo Dipastikan Tak Dapat THR

Kata Haris, pemerintah juga mengintruksikan kepada Farum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk melakukan pemantauan terhadap potensi pergerakan masyarakat menuju DKI Jakarta guna menghindari terjadinya risiko konflik sosial menjelang penetapan hasil pemilu oleh KPU RI pada tanggal 22 Mei 2019.

Selain itu, camat beserta unsur Forkopimcam diminta untuk menginstruksikan unsur pimpinan aparat jajaran masing-masing kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas, aparat pemerintah desa, lembaga desa dan pemuka masyarakat, untuk melaksanakan upaya langkah pencegahan.

Kemudian melakukan langkah-langkah harmonisasi dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukasi guna menangkal isu informasi statemen yang bersifat provokatif baik langsung maupun melalui medsos, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat yang menjurus kepada perpecahan dan konflik.

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved