Info BPJS Kesehatan

Azrin Akhirnya Menyadari Manfaat BPJS Kesehatan, Lunasi Tunggakan Enam Anggota Keluarga

Azrin dan keluarga terdaftar dalam kepesertaan PBPU dengan hak kelas perawatan kelas I, yang mana saat itu iuran yang dibayarkan Azrin

Azrin Akhirnya Menyadari Manfaat BPJS Kesehatan, Lunasi Tunggakan Enam Anggota Keluarga
Istimewa
AZRIN Oesman (61), peserta BPJS Kesehatan, dan Agus Harjo, kader JKN) 

AZRIN Oesman (61) merupakan peserta program JKN KIS segmen peserta PBPU yang telah terdaftar sejak 2015.

Azrin dan keluarga terdaftar dalam kepesertaan PBPU dengan hak kelas perawatan kelas I, yang mana saat itu iuran yang dibayarkan Azrin sebesar Rp 59.500.

Kala itu, Azrin mendaftarkan diri menjadi peserta JKN KIS dengan harapan apabila anggota keluarganya sakit sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Ketika ditemui seorang kader JKN yang sedang melakukan kunjungan penagihan iuran, Azrin mengaku bahwa telah lalai dalam melaksanakan kewajibannya sebagai peserta JKN KIS, yakni membayar iuran.

Dengan sedikit mamu-malu, Azrin mengatakan bahwa ternyata selama ini ia tidak membayar iuran karena tidak ada anggota keluarganya yang sakit.

"Setelah daftar, saya bayar satu kali setelah itu ngga bayar lagi. Terus terang, sekarang saya malu mengakui itu ketika saya membaca cerita tentang pemanfaatan iuran BPJS Kesehatan ini," ujar Azrin.

Menurut Agus Harjo, kader JKN yang melakukan penagihan saat kunjungan, tunggakan Azrin Oesman dengan enam anggota keluarga lainnya Rp 7.680.000.

Awalnya, beliau mengaku pesimistis bahwa keluarga Azrin akan membayar iuran tersebut karena nominal tagihan sangat besar.

Namun, dugaan Agus tidak terbukti.

Azrin melakukan pembayaran iuran tepat pada saat kunjungan pertama di rumah Azrin.

Sebelum melakukan kunjungan penagihan iuran, Agus selalu membagikan cerita testimoni peserta JKN KIS yang dibagikan oleh Duta BPJS Kesehatan setiap harinya.

Terstimoni itu dibagikan di grup Kader JKN Kantor Cabang Jambi kepada peserta binaan di daerah Agus, dan Azrin adalah salah satu peserta di daerah binaan Agus Harjo di wilayah Pasar Jambi.

Testimoni yang dibagikan setiap hari tersebut ternyata rutin dibaca oleh Azrin.

Dengan membaca testimoni pemanfaatan program JKN tersebut akhirnya Azrin sadar, walaupun ia tidak pernah memanfaatkan program JKN KIS, tidak seharusnya ia tidak membayarkan iuran.

“"Malu sayo, Pak. Malu pas bayar iuran cuma mikirin diri sendiri saja. Sayo pikir gak papa menunggak, nanti pas sakit saja dibayarkan tunggakannya. Ternyata, iuran yang tidak sayo pakai itu dipakai samo saudara sayo yang membutuhkan. Padahal udah sering saya dengar kalau BPJS itu prinsipnya gotong royong, tapi tidak saya lakukan. Setelah melihat semua testimoni pemanfaatan program ini, saya dan keluarga tidak akan telat lagi dalam membayar iuran," tuturnya. (aa/adv)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved