Jasad Dimas Ditemukan Tengah Malam, 300 Meter dari Lokasi Perahu Tenggelam di Sungai Batanghari

Setelah hampir dua hari pencarian, dua korban tenggelam di Sungai Batanghari akhirnya membuahkan hasil.

Jasad Dimas Ditemukan Tengah Malam, 300 Meter dari Lokasi Perahu Tenggelam di Sungai Batanghari
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Tim Basarnas dan BPBD Batanghari akhirnya menemukan jasad Dimas yang tenggelam di Sungai Batanghari pada Minggu (19/5) sore kemarin. 

Jasad Dimas Ditemukan Tengah Malam, 300 Meter dari Lokasi Perahu Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Setelah hampir dua hari pencarian, dua korban tenggelam di Sungai Batanghari akhirnya membuahkan hasil.

Tim pencari akhirnya menemukan jasad korban bernama Dimas yang merupakan keponakan dari Maheli, Plt Lurah Teratai pada Selasa (21/5) pukul 00.31 WIB.

Dimas ditemukan sekira 300 meter dari lokasi kejadian. Dia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Samral Lubis.

"Iya benar. Korban atas nama Dimas sudah ditemukan oleh tim pencari," ujar Samral.

Baca: Plt Lurah Teratai dan Keponakan Tenggelam di Sungai Batanghari, Dua Hari Jasad Belum Ketemu

Baca: Plt Lurah Teratai dan Keponakan Tenggelam di Sungai Batanghari, Dua Hari Jasad Belum Ketemu

Baca: Tak Punya Uang untuk Bayar Kontrakan, Beni Nekat Maling Motor Karyawan Waronk Mabes di Jambi

Baca: Pengamanan Aksi 22 Mei, Polda Jambi Siap Kirimkan Satuan Intelkam dan Shabara Bantu Mabes Polri

Ia melanjutkan, jasad korban langsung dibungkus dengan kantong jenasah dam diangkut menggunakan perahu karet oleh tim. "Jenasahnya langsung dievakuasi," jelasnya.

Sementara, saat ini tim pencari masih melanjutkan pencarian terhadap korban bernama Maheli.

Untuk diketahui, sebelumnya, kedua korban tenggelam saat menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan perahu dengan mesin ketek, Minggu (19/5) sekira pukul 16.00 WIB.

Kedua korban diketahui menaiki perahu yang bermuatan buah sawit dan rumput. Namun tiba-tiba, perahu tersebut oleng diduga kelebihan muatan sehingga membuatnya karam.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved