Bupati Tanjab Timur Keluarkan Surat Edaran Khusus Angkutan Lebaran Jelang Hari Raya Idul Fitri

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Bupati Tanjung Jabung Timur keluarkan surat edaran terkait pengaturan lalu lintas dan kendaraan angkutan barang.

Bupati Tanjab Timur Keluarkan Surat Edaran Khusus Angkutan Lebaran Jelang Hari Raya Idul Fitri
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI AZIS
Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Bupati Tanjung Jabung Timur keluarkan surat edaran terkait  pengaturan lalu lintas dan kendaraan angkutan barang pada masa angkutan lebaran.

Sesuai surat edaran Bupati Tanjung Jabung Timur Nomor : 551/1155/Dishub/2019 tentang pengaturan lalu lintas dan kendaraan angkutan barang pada masa angkutan lebaran tahun 2019.

Terdapat enam poin yang diamanatkan Bupati melalui surat edaran tersebut, di antaranya terkait pengaturan pembatasan operasional angkutan barang yang berlaku mulai tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019 dan 8 Juni sampai 10 Juni 2019.

Dari jadwal dan waktu tersebut berlaku bagi kendaraan, angkutan hasil perkebunan, bahan galian, bahan tambang dan bahan bangunan.

Selain itu kebijakan tersebut juga berlaku bagi mobil barang dengan jumlah berat diizinkan (JBI) lebih dari 14 ton, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih dan mobil dengan kereta tempelan atau kereta gandeng.

Baca: Pemkab Merangin Niat Pinjam Rp 150 Miliar ke PT SMI, Dewan Peringatkan Agar Hati-hati, Ada Apa?

Baca: Jelang Aksi 22 Mei, Kepolisian Jambi Razia Pengendara di Perbatasan Kota Jambi

Baca: Safari Ramadan ke Tanjab Barat, Bank Jambi Berikan Bantuan Pembangunan Masjid

Baca: Pemkab Kerinci Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2019, Harga Beras Tertinggi Rp 34 Ribu

Baca: Dua Jam Orasi, Tak Satupun Anggota DPRD Temui Pendemo, Puluhan Mahasiswa Jambi Pilih Baca Yasin

Namun surat edaran tersebut tidak berlaku bagi kendaraan barang pengangkut BBM / BBG, ternak, hantaran Pos, Sembako, serta kendaraan yang diberi tanda khusus untuk mengangkut motor mudik gratis lebaran.

Selain itu, jika terjadi gangguan arus lalu lintas secara tiba-tiba atau situasional maka polisi dapat melakukan rekayasa lalu lintas. Bagi yang melanggar aturan tersebut maka akan dikenakan saksi sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

“Untuk saat ini situasi arus masih masih belum terpantau diperkirakan dari hasil rapat bersama kementerian dan provinsi lalau puncak mudik akan terjadi pada H - 4 dan H + 3 lebaran puncak pemudik akan terjadi di waktu tersebut,” kata Kabid Operasional Angkutan Dishub Tanjab Timur, Aditya Gunadi.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved