Penyelundupan Baby Lobster

Kasus Penyelundupan Baby Lobster, Bareskrim Periksa WNA Asal Tiongkok di Jambi

Kasus Penyelundupan Baby Lobster, Bareskrim Periksa WNA Asal Tiongkok di Jambi

Kasus Penyelundupan Baby Lobster, Bareskrim Periksa WNA Asal Tiongkok di Jambi
Tribunjambi/Fadly
Ditpolairud berhasil menangkap enam orang pelaku, Yakni Kong Huping, LC, HR, ZI, PA dan HI sindikat perdagangan baby lobster. 

Kasus Penyelundupan Baby Lobster, Bareskrim Periksa WNA Asal Tiongkok di Jambi

TRIBUNJAMBI, JAMBI - Ditpolairud Polda Jambi masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus penyeludupan baby lobster ke luar negeri yang melibatkan enam orang tersangka dan salah satunya adalah warga negara asing asal Tiongkok yang merupakan DPO Bareskrim.

Keenam tersangka tersebut yakni, Kong Huiping (36) warga negara asing; Lucky (21) warga Rt 18, Rw 05, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau; Herman (20) warga Jakarta Barat; Zainuri (36) warga Jalan Ness, Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Baca: Sindikat Perdagangan Baby Lobster di Jambi Dikendalikan Bos di Tiongkok, Dua Orang Jadi Buronan

Baca: VIDEO - Pengungsi Afganistan Mengaku Betah di Indonesia, Di Negaranya Kematian Begitu Dekat

Baca: Dekan Fakultas Keolahragaan Universitas Jambi Ini, Pernah Tempuh 60 KM Setiap Hari untuk Bisa Kuliah

Selain itu Purnama Andika Putra (37) warga Bagan Pete Kecamatan Alam Barajo dan Ansori warga Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bachti Moeji mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, terutama pada tersangka Kong Huiping warga negara asing yang juga terlibat dalam kasus tersebut.

“Masih terus kita kembangkan kasusnya, beberapa waktu lalu Bareskrim juga melakukan pemeriksaan ke sini untuk mengungkap tersangka lain yang masih DPO,” kata dia, Minggu (19/5/2019).

Baca: MOTIF Suami Bunuh Istri Terungkap, Dicekik Diseret ke Kamar Mandi, Korban Anggota DPRD Minta Cerai

Baca: Ayo Raup Penghasilan dengan Jadi Reseller Pakaian Lebaran Bayi dan Anak, Koleksi Bee Bee Mart Jambi

Baca: Ronald Terima Vonis 5 Tahun Penjara, dan Didenda Rp 800 Juta, Ini Kasus yang Menjeratnya

Dari hasil penyelidikan sementara, Kong Huiping tersebut mengaku baru dua kali melakukan pengiriman baby lobster tersebut ke luar negeri.

“Dia mengaku baru dua kali mengirim, tapi kami tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Selain itu, dari dua kali pengiriman baby lobster tersebut, Kong Huiping belum mengatakan keutungan yang diperoleh. Pasalnya dirinya juga di gaji oleh JN yang merupakan pemodal awal asal China.

“Dia belum menyebutkan keuntungannya informasinya yang bersangkutan juga dibayar oleh DPO dan dia juga belum menerima bayarannya,” jelasnya.

Sebelumnya diwartakan, Kong Huiping bersama lima orang lainnya harus berhadapan dengan aparat kepolisian setelah berhasil di gerebek anggota polisi Polairud Polda Jambi yang bekerja sama dengan BKIPM Jambi karena kedapatan menyimpan baby lobster di penampungan yang berada di kawasan Kecamatan Alam Barajo, Senin (13/5/2019).

Enam orang tersangka tersebut merupakan pekerja atau pengelola baby lobster di penampungan tersebut, tak menunggu lama, petugas langsung mengamankan enam orang pekerja tersebut yang digiring ke Ditpolairud Polda Jambi untuk melakukan pemeriksaan.

Selain itu, petugas juga mengamankan ribuan baby lobster yang akan diseludupkan sebanyak 8 boks.

Kasus Penyelundupan Baby Lobster, Bareskrim Periksa WNA Asal Tiongkok di Jambi (Muhammad Ferry Fadly/Tribun Jambi)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved