Harga Sawit Anjlok, Petani Tanjab Timur Berharap Ada Keajaiban Jelang Idul Fitri

Dua pekan jelang hari Raya Idul Fitri harga TBS sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang anjlok belum mengalami perubahan.

Harga Sawit Anjlok, Petani Tanjab Timur Berharap Ada Keajaiban Jelang Idul Fitri
Tribunjambi/Samsul Bahri
Petani sawit di Sungai Bahar, Muarojambi mengeluhkan harga buah sawit yang murah. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dua pekan jelang Hari Raya Idul Fitri harga TBS sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang anjlok belum mengalami perubahan. Petani berharap ada keajaiban jelang Hari Raya.

Berdasarkan penelusuran Tribunjambi.com di lapangan harga TBS terus dikeluhkan para petani sawit. Pasalnya tepat di awal puasa Ramadan harga TBS anjlok drastis dan membuat para petani gelisah.

Ihsan (32) petani sawit di Desa Lambur, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengatakan, harga sawit saat ini memang terjadi penurunan hal tersebut sudah berlangsung sejak awal puasa lalu.

“Kalo harga di pabrik sebelum puasa lalu Rp 1.300 san namun saat Ramadan mereka menghargai Rp 1.125 perkilo,” ujarnya.

Dengan anjloknya harga hingga Rp 175 tersebut, sangat berdampak bagi para petani. Pasalnya saat ini bulan Ramadan kebutuhan semakin meningkat belum termasuk ongkos minyak selama perjalanan.

“Serba susahlah mas kalo kondisi harga seperti ini, ditambah saat ini untuk angkutan dibatasi serba susahlah mas, harapannya segera ada keajaiban dari pemerintah," keluhnya.

Baca: VIDEO: Dijodohkan dengan Babang Tamvan, Begini Reaksi Luna Maya

Baca: Baznas Bagikan Rp 2 Miliar Zakat untuk 8.000 Mustahik di Bungo

Baca: Bupati Kerinci Sindir Petinggi PDAM, 5 Tahun Belum Lihat PDAM Tirta Sakti Kerinci Kerja Maksimal

Baca: Jelang 22 Mei, Hasil Pleno KPU Pilpres 2019 di 32 Provinsi Jokowi vs Prabowo, Tersisa 2 Provinsi

Baca: VIDEO: 5 Link Live Streaming Laga Barito Putra vs Persija Jakarta, di Shopee Liga 1, Pukul 20.30 WIB

Sementara itu Kabid Perkebunan Gunarto menanggapi hal tersebut, menurutnya anjloknya harga sawit tersebut bersifat nasional dan pengendaliannya pasar. Untuk harga sendiri saat ini di Tanjab Timur masih fluktuatif kisaran seribuan.

“Penyebabnya banyak hal diantaranya karena memang bulan puasa selain itu permintaan cpo luar juga kurang, sehingga berdampak pada harga,” jelasnya.

Selain itu, saat ini sawit juga memasuki masa trek. Bukan hanya pada sawit saja begitu juga untuk komoditi lain biasanya saat bulan puasa ini harga jual barang maupun hasil kebun mengalami penurunan.

“Insyaallah habis lebaran harga akan kembali normal lagi,” jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved