Devi Pelaku Investasi Bodong di Kota Jambi Terancam Penjara, Puluhan Juta uang Investasi Raib

Seorang warga Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, terpaksa berurusan dengan hukum setelah melakukan penipuan berkedok investasi online.

Devi Pelaku Investasi Bodong di Kota Jambi Terancam Penjara, Puluhan Juta uang Investasi Raib
Nibras Nada Nailufar
Korban penipuan investasi bodong Pandawa Group di Mapolda Metro Jaya. 

Devi Pelaku Investasi Bodong di Kota Jambi Terancam Penjara, Puluhan Juta uang Investasi Digunakan untuk Kebutuhan Hidup Keluarganya.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang warga Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, terpaksa berurusan dengan hukum setelah melakukan penipuan berkedok investasi online.

Modus yang dilakukan terdakwa atas nama Deviyanti alias Devi ini, yakni menyebar bisnis invetasi bodongnya tersebut melalui akun media sosial Facebook pribadinya.

Di persidangan oleh JPU Kajati Jambi, Putu Eka yang menangani perkara tersebut menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong, dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.

"Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 45a ayat (1) junto, pasal 28 ayat (1) uu nomor 19 tahun 2016 , tentang perubahan atas uu no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik," kata jaksa, Kamis (16/5).

Modus yang dilakukan terdakwa yakni menjanjikan investasi uang yang dapat menghasilkan uang lebih besar dari modal.

Baca: Pemkab Tanjab Timur Kembali Terima Bantuan CSR dari PetroChina hingga Rp 21 Miliar

Baca: Miliki 8.000 Ton Cadangan Beras, Bulog Jambi Pastikan Pasokan Beras di Jambi Aman Hingga Lebaran

Baca: Barbagi di Bulan Ramadan, Gramedia Jambi Gelar Buka Bersama Karyawan dan Anak Panti Asuhan

Baca: Anak Mantan Mendagri Ingin Pecahkan Rekor MURI, Datang ke Jambi Malah Dikira Mau Minta Sumbangan

Baca: VIDEO: Viral Presiden Jokowi jadi Headline Majalah Arab Saudi, Bahas Bhinneka hingga Aksi Terorisme

Jumlah kerugian yang dialami korbannya bervasiari, mulai dari Rp 1 juta hingga belasan juta rupiah.

Bisnis bodong ini terhenti, setelah korbannya yang telah menyetor uang tak kunjung mendapat hasilnya, hingga melewati batas waktu yang disepakati.

Bahkan di persidangan, terdakwa mengaku uang dari hasil kejahatannya tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Yandri Roni selaku ketua majelis hakim menunda sidang Kamis selanjutnya.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved