Pilpres 2019

Tanggapi Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat, Ruhut Sitompul Sindir Amien Rais : Mimpi Kali Ye

Gerakan Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang diserukan Amien Rais mendapat tanggapan dari anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Ruhut Sitom

Tanggapi Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat, Ruhut Sitompul Sindir Amien Rais : Mimpi Kali Ye
KOMPAS.com/Nabilla tashandra
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul seusai acara haul Taufieq Kiemas dan buka bersama di kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016) 

TRIBUNJAMBI.COM- Gerakan Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang diserukan Amien Rais mendapat tanggapan dari anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Ruhut Sitompul .

Gerakan kedaulatan rakayat mulai diserukan Amien Rais sejak Selasa (15/5/2019).

Saat itu, Amien Rais meminta kepada pendukung Prabowo-Sandi agar tidak lagi mengatakan istilah people power.

Hal itu disampaikannya dalam acara pengungkapan kecurangan Pemilu 2019 yang diselenggarakan BPN Prabowo-Sand

Amien Rais menyampaikan pesannya setelah Prabowo Subianto berpidato dihadapan pendukungnya.

Jelang ditutupnya acara, Amien Rais naik ke panggung dan memegang mic.

Amien Rais kemudian mengingatkan pendukung Prabowo-Sandi bahwa Eggi Sudjana ditangkap karena ucapan people power.

"Jadi sebelum dibacakan doa saya mengingatkan, Eggi Sudjana ditangkap polisi karena bicara people power," ucap Amien Rais.\

Kemudian, Amien Rais meminta kepada pendukung Prabowo-Sandi agar tidak lagi menggunakan istilah people power.

Amien Rais memintar istilah people power diganti dengan 'gerakan kedaulatan rakyat'.

"Jadi sekarang kita gak gunakan people power, tapi gerakan kedaulatan rakyat," ujarnya.

"Siapapun yang menghalangi rakyat Insya Allah kita gilas berasama-sama," tandasnya.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso (kiri) dan Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kanan)
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso (kiri) dan Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kanan) (Antara)

Gerakan kedaulatan rakyat sendiri telah dideklarasikan pada Jumat (17/5/2019) di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Amien Rais sendiri hadir dalam deklarasi gerakan kedaulatan rakyat itu.

Dalam kesempatan itu, Amien Rais mengakatanm, kecurangan Pemilu 2019 bukan hanya terjadui secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Tetapi, lanjut Amien Rais, kecurangan dilakukan secara brutal dan 'barbarik'.

"Terjadi kecurangan yang bersifatnya TSM, terstruktur sistematik masif, yang sifatnya bahkan brutal dan barbarik," ujar Amien Rais seperti dilansir dari Tribunnews.com.

"Kemudian jauh sebelum Pemilu ya mungkin 3 minggu sebelumnya saya pernah sampaikan blak-blakan kalau sampai terjadi kecurangan yang TSM, maka 02 tidak akan pernah mengakui apalagi dipaksa-paksa untuk bawa kasusnya ke MK," tambahnya.

Baca: Buktikan 5 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Wajah Anda, Salah Satunya Ampuh Hajar Jerawat Nakal

Baca: Perayaan Waisak 2563 BE di Candi Muarojambi Dihadiri 40 Bikhu dan Ribuan Umat Budha

Baca: Suhu Politik Memanas, Adian Napitupulu dan Desmond Mahesa Justru Mesra Kenang Kisah Perjuang

Menanggapi hal itu, Ruhut Sitompul justru menyindir Amien Rais.

Ruhut Sitompul menyebut Amien Rais malu-malu kucing.

Selain itu, Ruhut Sitompul mengatakan, pengerahan masa yang menyalahi konstitusi tidak mungkin terjadi.

"Mimpi kali ye, tegas saya katakan itu," kata Ruhut Sitompul seperti dikutip TribunJakarta dari tayangan YouTube iNews Tv, Minggu (19/5/2019).

"Udah lah, apa lagi tokoh yang awal mengatakan people power malu-malu kucing sudah mengatakan kedaulatan rakyat. Itu lah si Amien Rais," sambungnya.

Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul (Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

Ruhut Sitompul pun mengimbau kepada masyarakat agar jangan khwatir atas adanya isu pergerakan massa.

"Imbauan saya kepada masyarakat jangan takut, itu penting, karena kerjaan mereka nakut-nakutin, percayakan kepada TNI dan Polri," tandasnya.

Sementara itu untuk diketahui, aksi gerakan kedualatan rakyat ini akan dilakukan pada 20 Mei hingga 22 Mei 2019.

Dikutip dari Wartakota, CEO Seknas PADI Marwan Batubara mengatakan gerakan kedaulatan rayat dibentuk sebagai respons adanya dugaan ketidakadilan di Pemilu 2019.

"Belum lagi calon petahana yang tidak ambil cuti, sehingga ini nyampur sebagai paslon dan sebagai pelaksana pemerintahan," ujarnya.

"Fasilitas negara itu sudah dipisahkan, yang mestinya dia cuti itu diatur. Nah, peraturan itu sendiri dbuat untuk menguntungkan petahana," sambung Marwan.

Baca: Buktikan 5 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Wajah Anda, Salah Satunya Ampuh Hajar Jerawat Nakal

Baca: Terbongkar, Jumlah Asisten Rumah Tangga Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Jedar Sebut se Kabupaten!

Aksi unjuk rasa gerakan kedaulatan rakyat, menurut Marwan, akan dilakukan pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei 2019. Pihaknya menargetkan 7 juta massa yang akan ikut aksi unjuk rasa.

"Dan selama ini kita sudah buktikan dengan 7 juta orang di aksi 212 atau 14 juta di ulang tahun 212. Tidak ada masalah, kita akan melakukan itu," ucapnya.

Terpisah, Juru Bicara Badan Pemenganan Nasional (BPN), Andre Rosiade mengimbau kepada para pendukung Prabowo-Sandi agar tidak tetap menjaga kondusifitas dalam aksi gerakan keduatalan rakya.

"Kami mengimbau ikuti aturan yang ada, berdemonstrai itu diperbolehkan tapi harus kondusif, hasus aman jangan anarkis," ucap Andre Rosiade.

"Jaga ketertiban jangan anarkis sehingga tidak ada ruang dituduh makar," tambahnya.

Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved