PAK Harto Marah Acungkan Pistol ke Penjaga Istiqlal, Dipicu Masalah Sepele, Begini Kisahnya

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Kementerian Agama memberikan hadiah kepada

PAK Harto Marah Acungkan Pistol ke Penjaga Istiqlal, Dipicu Masalah Sepele, Begini Kisahnya
Soeharto saat melakukan latihan menembak dengan sang istri 

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Kementerian Agama memberikan hadiah kepada Suparno (95), yang merupakan penjaga Masjid Istiqlal.

Pemberian hadiah berupa rumah itu untuk menghargai dedikasi Suparno yang telah menjaga Istiqlal sejak tahun 1966 lalu.

Pria yang kerap disapa Mbah Parno itu mendapat hadiah rumah di Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-73 tahun 2019, Januari 2019 lalu.

Baca: SOAL Adanya Isu Tembakan di 22 Mei, Moeldoko: Tidak Ada Sniper, Bisa Perorangan, Bisa Terorisme

Selaku pria yang mendedikasikan puluhan tahun hidupnya menjaga Masjid Istiqlal, Mbah Parno ternyata punya banyak cerita-cerita kenangan nan menarik.

Mbah Parno misalnya, punya kisah berbicara langsung dengan dua presiden pertama negeri ini, Ir Soekarno dan Soeharto.

Baca: Sekda Muarojambi M Fadhil Arief Safari Ramadhan ke Sungai Bahar Sampaikan Pentingnya Silaturahmi

Saat Masjid Istiqlal dibangun, Mbah Parno awalnya bekerja sebagai kuli di sana.

Ketika itu, presiden yang berkuasa masih Presiden Soekarno.

Ia ingat sering bersalaman ketika Bapak Proklamator itu berkunjung.

Baca: INFO LOWONGAN KERJA BUMN PT Taspen, Terbuka Hingga 31 Mei 2019, Login di rekrutmen.taspen.co.id

"Pak Soekarno tanya saya asal mana, saya bilang dari Boyolali, dia tanya kok saya ke Jakarta, ya saya bilang untuk menyambung hidup. Dia bilang 'Oh ya sudah kerja yang baik, istirahat kalau capek, makan kalau lapar'," kenang Mbah Parno.

Perjalanan Mbah Parno kemudian berubah, menjadi pelayan Frederich Silaban, sang arsitek Masjid Istiqlal.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved