Pemilu 2019

Nyatakan Sikap Tak Ikut Aksi 'People Power', 22 Mei 2019, Din Syamsuddin: Itu Bukan Cara Saya

Nyatakan Sikap Tak Ikut Aksi 'People Power', 22 Mei 2019, Din Syamsuddin: Itu Bukan Cara Saya

Nyatakan Sikap Tak Ikut Aksi 'People Power', 22 Mei 2019, Din Syamsuddin: Itu Bukan Cara Saya
KOMPAS.com/Andi Hartik
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat menghadiri Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8/2018). 

Nyatakan Sikap Tak Ikut Aksi 'People Power', 22 Mei 2019, Din Syamsuddin: Itu Bukan Cara Saya

TRIBUNJAMBI.COM - Mengenai ajakan soal 'People Power' di tanggal 22 Mei mendatang, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan sikapnya terkait pelaksanaan aksi people power atau yang disebut juga aksi kedaulatan rakyat.

Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, Din Syamsuddin menyebutkan bahwa dirinya tak akan mengikuti aksi tersebut.

Ia menilai aksi people power bukanlah cara yang tepat untuknya.

Baca Juga:

Didesak Din Syamsuddin Minta BPN Buktikan Hasil Kecurangan Pemilu: Kalau Tidak Benar, Itu Fitnah

Belasan Tahun tak Diperbaiki, Jalan Hiang Sakti Ambai Kerinci, Rusak dan Memprihatinkan

Ini Makna Tema Peringatan Hari Waisak 2563 BE yang di adakan di Candi Muara Jambi

Bila Prabowo-Sandiaga Tolak Hasil Pilpres, Mahfud MD: Tak Mau Tanda Tangan, Ya Sudah Selesai Pemilu

"Saya ditanya wartawan tentang people power, itu hak konstitusional tapi saya tidak akan ikut. Karena itu bukan cara saya. Saya ingin menyuarakan kebenaran," kata Din Syamsuddin dalam acara Kajian Ramadhan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jawa Timur di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (19/5/2019).

Din Syamsuddin memaparkan, dirinya sudah menyampaikan sikapnya terkait rencana aksi people power ini kepada semua pihak, baik pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), kubu pasangan calon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, dan kubu pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut dia, saat ini yang paling utama adalah untuk menjaga keutuhan berbangsa.

Karenanya, siapapun yang dinyatakan menang dalam Pemilu 2019 ini, maka harus bisa diterima dengan baik.

Baca: Pengawal Pribadi Prabowo Ungkap Keberadaan Capres 02 Itu yang Viral Diisukan Pergi Keluar Negeri

"Kepada kawan-kawan KPU saya sampaikan. Kepada sahabat-sahabat di tim 01 dan 02 saya sampaikan juga. Saya ingin berada di posisi itu. Meskipun saya punya pilihan politik tapi keutuhan bangsa ini harus yang utama bagi kita semua," jelasnya.

"Siapapun yang menang ya sudah lah. Itu adalah hasil. Sambil saya akan memelopori amandemen Undang-Undang 1945," sambung dia.

Sebagaimana diketahui, banyak beredar di media sosial ajakan aksi besar-besaran di Jakarta saat penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (22/5/2019) nanti.

Aksi ini merupakan seruan people power atau berubah menjadi aksi kedaulatan rakyat yang digalang oleh kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca: Dusun Rantau Pandan, Masuk Nominasi PAAR Tingkat Nasional, Kabupaten Bungo Matangkan Persiapan

Diketahui sebelumnya, sejumlah tokoh mendeklarasikan Gerakan Kedaulatan rakyat ini di Jalan Proklamasi, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved