Buaya Pemangsa Manusia Ditangkap, Warga Berencana Belah Perut Buaya Tapi Ternyata

Lagi-lagi terjadi kasus Warga Dimakan Buaya, kali ini di Kecamatan pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan

Buaya Pemangsa Manusia Ditangkap, Warga Berencana Belah Perut Buaya Tapi Ternyata
ISTIMEWA
Tim BKSDA Sulut dibantu warga dan TNI mengevakuasi buaya dari kolam peliharaannya di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Minahasa, Senin (14/1/2019). 

Lagi-lagi terjadi kasus Warga Dimakan Buaya, kali ini di Kecamatan pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan

TRIBUNJAMBI.COM - Buaya yang diduga memangsa mendiang Mahrom (33) di sungai Empek, Dusur Pasir Putih, Desa Batu Betumpang, Kecamatan pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil ditangkap warga.

Reptil ganas berukuran kurang lebih empat meter tersebut, berhasil ditangkap warga.

Buaya itu terjerat dan memakan upan pancing bangkai bebek yang dipasang warga pasca penemuan jasad Mahrom, Selasa (14/5/2019) lalu.

Kendati sudah terjerat, tak mudah bagi warga untuk menaklukan reptil berkulit tebal tersebut.

Butuh waktu satu jam, bagi warga untuk menangkap dan membawa buaya ke atas sungai.

"setelah jasad korban ditemukan kemarin, warga sekitar kemudian memasang pancing dengan umpan bebek mati dan jerat untuk menangkap buaya tersebut. Setelah terjerat satu jam baru buaya lemah dan bisa diangkat ke atas sungai," ujar Kapolsek Payung, Iptu Epriansyah, Sabtu (18/5).

Baca: KISAH Jafarudin, Pria yang Selamat Usai Bertarung Hidup Mati dengan Buaya yang Menerkamnya

Baca: Mau Buang Air, Warga Bram Itam Dimakan Buaya

Baca: VIDEO Detik-detik Bocah Lima Tahun Terpeleset Diterkam Buaya, Kasus Serupa Pernah Terjadi di Jambi

Sebelumnya, menurut Efriansyah, ada rencana pihak keluarga dan masyarakat desa Bedengung, membedel isi perut buaya, guna mencari organ dan potongan tubuh Mahrom lainnya.

Namun, renacana tersebut belum dilakukan warga.

Dimana saat ini, sang predator masih menjadi tontonan dan berada di desa Bedengung, Kecamatan Payung.

"Memang kemarin ada wacana dari keluarga dan warga setempat (Bedengung-red) untuk mengeksekusi buaya guna mencari organ tubuh korban yang sempat hilang, namun rencana itu dibatalkan dan buaya tersebut masih ada di desa Bedengung," pungkasnya. (ara)

Editor: deddy
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved