Pilpres 2019

KRITIK Keras Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Pada Agus Harimurti Yudhoyono,Tolong Jaga Etika

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekaligus politisi Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan kritiknya terhadap l

KRITIK Keras Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Pada Agus Harimurti Yudhoyono,Tolong Jaga Etika
Kolase/Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden/Tribunnews.com/Taufik Ismail
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekaligus politisi Gerindra, Andre Rosiade. 

TRIBUNJAMBI.COM- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekaligus politisi Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan kritiknya terhadap langkah Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Pasca- Pilpres 2019.

Andre menyatakan bahwa kritik itu ia sampaikan lantaran ada langkah zig-zag dari AHY terkait pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan dan 8 kepala daerah di 'Forum Bogor'.

Hal itu disampaikan oleh Andre saat menjadi narasumber acara Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne, Jumat (17/5/2019).

Andre mengaku kecewa atas sikap AHY sebagai bangsawan politik.

Ia menilai seharusnya AHY bisa menjaga etika dan loyalitas lantaran kontestasi pilpres belum selesai.

Baca: Kepolisian Malaysia Tangkap 3 Terduga Teroris Diantaranya WNI, Dicurigai Tergabung Jaringan ISIS

Baca: Diduga Dibunuh Sepupu, Siswi SMP Lubuklinggau Wiwik Wulandari Ditemukan di Selokan Ditusuk 3 Kali

Baca: Jelang Hasil Pilpres 22 Mei 2019, Imbauan Polri hingga Pengakuan Terduga Teroris akan Serang Massa

Kekecewaan itu ia sampaikan bukan dari Gerindra mau pun BPN, melainkan dari dirinya sendiri.

"Saya terus terang agak kecewa, pribadi ini ya, saya tidak bicara Pak SBY, saya tidak bicara Partai Demokrat, saya percaya komitmen mereka berdua," ujar Andre.

"Ini saya bicara pribadi sebagai Andre Rosiade sebagai politisi muda yang merupakan pejuang politik merangkak dari nol kecewa terhadap Mas AHY sebagai pribadi yang merupakan bangsawan politik gitu lo."

"Beliau ini bangsawan politik, seharusnya menjaga etika, menjaga loyalitas di mana kompetisi ini belum selesai."

"KPU belum memutuskan real count-nya seperti apa, lalu mekanisme setelah real count KPU rekapitulasi selesai, kan kita juga ada mekanisme yang bisa kita tempuh," sambungnya.

Halaman
1234
Editor: andika arnoldy
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved