Ini Pasar Beduk Paling Terkenal di Jambi Saat Ramadan, 18 Tahun Sajikan Penganan Khas Jambi

Saat tiba bulan Ramadan ada banyak pasar kaget yang menjual aneka tajil maupun makanan untuk berbuka puasa.

Ini Pasar Beduk Paling Terkenal di Jambi Saat Ramadan, 18 Tahun Sajikan Penganan Khas Jambi
Tribunjambi/Nurlailis
Pasar Beduk Kosera di Kota Jambi. 

Ini Pasar Beduk Paling Terkenal di Jambi Saat Ramadan, 18 Tahun Sajikan Penganan Khas Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Saat tiba bulan Ramadan ada banyak pasar kaget yang menjual aneka tajil maupun makanan untuk berbuka puasa. Hal ini telah menjadi budaya di Indonesia yang dinamakan pasar beduk.

Pada momen ini pula ada banyak pedagang dadakan yang memanfaatkan momen Ramadan untuk menjual tajil atau kue kering. Pasar beduk adalah tempat yang tepat karena di sinilah semua pedagang berkumpul menjual beragam kuliner jelang buka puasa.

Di Kota Jambi sendiri ada beberapa tempat yang dijadikan pasar beduk saat bulan Ramadan. Di antaranya kawasan pasar, pasar beduk Kosera dan pasar beduk Perumnas.

Baca: Ingin Keluar dari Zona Nyaman, Supik Lancip Tidak Malu Gunakan Bahasa Jambi

Baca: Peringatan Polisi 22 Mei 2019 Warga Tak Turun ke Jalan, Iqbal: Ada Ancaman Teroris

Baca: Kuliah Gratis Mudah Cari Kerja Untuk Lulusan SMK, 6 Universitas BUMN Tawarkan Beasiswa, Syarat Mudah

Baca: Usai Dituding Hina Nabi & Ulama, Andre Taulany Sepi Job & Menganggur, Tak Disangka Begini Kondisinya

Baca: Tidak Mau Hanya Jadi Penonton, Supik Lancip Ingin Ikut Andil Promosikan Jambi

Pasar beduk Perumnas

Pasar beduk di daerah ini ternyata telah ada sejak 17 tahun lalu. Pedagang yang berjualan di sini bukan hanya dari warga sekitar namun juga dari berbagai daerah di Kota Jambi seperti Jambi Timur, Jambi Selatan, Kota Baru dan sebagainya.

Kebanyakan yang dijual adalah aneka tajil dan ada juga makanan khas Jambi seperti padamaran. Adapula pempek, lemang, martabak, makanan yang menggugah selera untuk berbuka puasa.

Bagian administrasi pasar beduk perumnas, H. Ajismar mengatakan pasar beduk di sini dikelola oleh pengurus Masjid Al-Muhajirin. Selain itu makanan yang dijual di sini telah diuji oleh badan BPOM dan hasilnya tidak ada zat yang berbahaya.

“Dampak perekonomian sangat baik untuk warga sekitar yang berjualan. Kitapun melibatkan anak muda untuk mengelola parkir,” ungkapnya, (17/5).

Ada 150 pedagang yang berjualan di sini dan saat inipun telah masuk beberapa sponsor yang terlibat.

Halaman
12
Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved