Ujaran Kebencian Pasca Pilpres 2019 Banyak yang Dijebloskan Penjara, Ada yang Berprofesi Dosen

Memanfaatkan media sosial juga harus berhati-hati terutama jika mengunggah postingan ujaran kebencian sebaiknya dihindari.

Ujaran Kebencian Pasca Pilpres 2019   Banyak yang Dijebloskan  Penjara, Ada yang Berprofesi Dosen
(KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA) ()
Polda Metro Jaya menangkap perempuan (kiri) yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Memanfaatkan media sosial juga harus berhati-hati terutama jika mengunggah postingan yang mengandung ujaran kebencian sebaiknya dihindari.

Pasalnya pasca Pemilu 2019, makin banyak saja yang harus masuk penjara hanya gara-gara postingan ujaran kebencian di media sosial.

Satu per satu pelaku ujaran kebencian yang beraksi pasca Pilpres 2019 ditangkap polisi.

Pasca Pilpres 2019 yang berlangsung 17 April 2019, setidaknya sudah ada tiga kasus ujaran kebencian yang menggemparkan masyarakat Indonesia dan berbuntut viral di media sosial.

Ketiga kasus ujaran kebencian tersebut merupakan reaksi atas ketidakpuasan pihak-pihak terhadap kontestasi Pilpres 2019 yang calonnya adalah pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin dan Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

 

Lalu siapa saja pelaku ujaran kebencian itu dan apa motif mereka? Berikut ini tribunjabar.id telah merangkum tiga kasus ujaran kebencian yang baru-baru ini terjadi dan menggemparkan masyarakat.

1. Solatun Dulah Sayuti

Solatun Dulah Sayuti (SDS) ( menggunakan baju tahanan) saat memberikan pengakuannya di hadapan awak media yang didampingi Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Solatun Dulah Sayuti (SDS) ( menggunakan baju tahanan) saat memberikan pengakuannya di hadapan awak media yang didampingi Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Nama Solatun Dulah Sayuti mendadak viral.

Pria yang mengaku sebagai dosen Universitas Pasundan atau Unpas itu ditangkap penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar.

Adapun Solatun Dulah Sayuti yang mengaku sebagai dosen Unpas itu, ditangkap lantaran menyebarkan ujaran kebencian di akun Facebook-nya.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved