Hingga Akhir Ramadan, Rp 12 Miliar Beredar di Pasar Beduk Sungai Penuh

Setiap hari sejak hari pertama puasa, pasar beduk Sungai Penuh selalu ramai dikunjungi. Bahkan para pembeli rela berdesakan untuk mencari makanan.

Hingga Akhir Ramadan, Rp 12 Miliar Beredar di Pasar Beduk Sungai Penuh
Tribun Jambi/Rohmayana
Pasar beduk. 

Hingga Akhir Ramadan, Rp 12 Miliar Beredar di Pasar Beduk Sungai Penuh

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH – Di Kota Sungai Penuh setiap datang bulan puasa selalu hadir pasar Ramadan dan beduk. Pasar ini menjual berbagai kebutuhan puasa, seperti makanan untuk berbuka puasa dan juga pakaian.

Pantauan Tribunjambi.com, setiap hari sejak hari pertama puasa, pasar beduk atau Ramadan Sungai Penuh selalu ramai dikunjungi. Bahkan para pembeli rela berdesakan untuk mencari makanan untuk berbuka puasa kesukaan mereka.

Sehingga putaran uang di pasar beduk Kota Sungai Penuh ini tergolong besar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kota Sungai Penuh, Dedi Iryanto dihubungi Tribunjambi.com, Jumat (17/6). Ia memperkirakan hingga pasar beduk dan Ramadan berakhir nanti putaran uang bisa mencapai Rp 12 miliar.

“Ini dilihat dari banyaknya orang berbelanja di pasar beduk ini. Pelanggan mulai dari warga Kota Sungai Penuh hingga Kabupaten Kerinci,” sebutnya.

Baca: Ditemukan Kantong Plastik Berisi Sabu, Mansyur Divonis 12 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Baca: Pastikan Daging di Pasar Keramat Tinggi Aman, Dinas Peternakan Batanghari Pasang Sepanduk Halal

Baca: Bantuan Korban Kebakaran di Tanjab Timur Terus Mengalir, Bupati Romi Sampaikan Terima Kasih

Baca: VIDEO: Transmart Hadir di Kota Jambi, Rasakan Pengalaman Berbeda dalam Berbelanja

Baca: Jelang Mudik Lebaran, Polres Sarolangun Akan Siagakan Pos Pengamanan di Lima Kecamatan

Dirincikannya, pasar beduk dan pasar Ramadan Pemkot Sungai Penuh menyediakan sekitar 400 lapak. Setiap lapak omset pedagang minimal Rp 1,5 juta per hari.

“Jika Rp 1,5 juta dikalikan 400 lapak, maka hasilnya Rp 600 juta transaksi per harinya,” jelasnya.

Bahkan lanjutnya, berdasarkan pendataan pihaknya, omset para pedagan per harinya mulai Rp 500 ribu hinga jutaan rupiah. Bahkan ada pedagang omsetnya bisa mencapai Rp 5 juta lebih per harinya.

“Besar omset bisa dilihat dari jenis makanan yang dijualnya. Seperti sambal, pical dan bermacam bentuk makanan untuk berbuka puasa,” ungkapnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved