Pilpres 2019

Sindiran Keras Mafud MD ke Prabowo, Tak percaya KPU dan MK: Jangan Kira MK Itu Main-Main, Buktikan!

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD memberikan sikapnya terhadap penolakan Parabowo Subianto. Tak hanya itu, ia juga menyindir soal

Sindiran Keras Mafud MD ke Prabowo, Tak percaya KPU dan MK: Jangan Kira MK Itu Main-Main, Buktikan!
Kolase
Sindiran Keras Mafud MD ke Prabowo, Tak percaya KPU dan MK: Jangan Kira MK Itu Main-Main, Buktikan! 

Sindiran Keras Mafud MD ke Prabowo, Tak percaya KPU dan MK:  Jangan Kira MK Itu Main-Main, Buktikan!

TRIBUNJAMBI.COM - Penolakan dari Prabowo Subianto terhadap penghitungan suara Pemilu 2019 oleh KPU mendapat sorotan banyak pihak.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD memberikan sikapnya terhadap penolakan Parabowo Subianto.

Tak hanya itu, ia juga menyindir soal rasa tidak percaya Prabowo Subianto ke MK.

Melansir Tribunnews Bogor, pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan BPN ditanggapi Mahfud MD.

Keduanya menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 dari KPU hingga tak lagi mempercayai MK menuai perhatian dari mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfud MD.

Baca: Real Count KPU, Jokowi Vs Prabowo Kamis (16/5/2019) Pukul 12.00 WIB Data Masuk Sudah 84,52%.

Baca: Yusril Ihza Mahendra Minta Prabowo Buktikan Kecurangan Lewat Mahkamah Konstitusi Bukan Hanya Asumsi

Baca: Wajah Anak Angkat Yuni Shara Mirip Raffi Ahmad, Sikap Nagita Slavina ke sang Suami Mendadak Terlihat

Baca: Rayakan Hari Ulang Tahun yang ke 12, Remaja Ini Beli Mobil BMW Seharga Rp 2,7 M Untuk Keluarga

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Prabowo Subianto menganggap selama penyelenggaraan Pemilu 2019 telah terjadi banyak kecurangan.

"Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang," tegas Prabowo Subainto di acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/5/2019).

Prabowo mengatakan, selama ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) telah mengumpulkan beberapa bukti terkait kecurangan yang terjadi.

Di antaranya permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos, hingga salah hitung di website KPU.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved