Kasus Irigasi Kerinci

Sidang Dugaan Korupsi Irigasi Kerinci, BPKP Jambi Temukan Pemyimpangan dalam Pembayaran

Sidang Dugaan Korupsi Irigasi Kerinci, BPKP Jambi Temukan Pemyimpangan dalam Pembayaran

Sidang Dugaan Korupsi Irigasi Kerinci, BPKP Jambi Temukan Pemyimpangan dalam Pembayaran
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang Dugaan Korupsi Irigasi Kerinci, BPKP Jambi Temukan Pemyimpangan dalam Pembayaran 

Sidang Dugaan Korupsi Irigasi Kerinci, BPKP Jambi Temukan Pemyimpangan dalam Pembayaran

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), menemukan adanya penyimpangan pada kasus dugaan korupsi irigasi Dusun Tanduk di Kayu Aro Kabupaten Kerinci.

Hal itu disampaikan Raja Surya, saksi ahli dari BPKP Jambi, yang menerangkan penyimpangan yang ditemukannya dalam sidang dengan terdakwa Ibnu Ziady selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi tahun 2016 dan Ito Mukhtar selaku Direktur PT Anugrah Bintang Kerinci.

Menurut saksi ahli, penyimpangannya terlihat pada pembayaran.

Baca: Peringatan BMKG, Ada Konsentrasi Masa Udara Basah di Wilayah Sumatra, Warga Diingatkan untuk Waspada

Baca: Dua Terdakwa Narkoba Adu Jotos, Hakim: Silahkan Saja Saya Pengawasnya

Baca: Tak Ada Irigasi, Sawah Warga 3 Desa di Tanjung Tanah, Kerinci Jambi, Sering Terendam

"Terdapat pembayaran atas fisik pekerjaan dibandingkan dengan laporan," kata Raja Surya selaku ahli BPKP Jambi, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jambi.

Selain itu ada juga ahli dari Syahbandar Manajer Eksekutif LPJK Provinsi Sumatera Barat. Namun, perhitungan Syahbanur dipertanyakan oleh hakim. 

"Apa dasarnya perbedaan perhitungan anda, Apakah sudah melihat kayu sisa dari pembangunan itu," tanya Edy Pramono, Ketua majelis hakim.   

Baca: Subdenpom II/2-2 Tanjab Gelar Razia, Persempit Ruang Gerak DPO Prada Deri Permana

Baca: Sudah Dciduk Warga, Prada DP Terduga Pembunuh Disertai Mutilasi Vera Oktaria Berhasil Kabur

Baca: 3 Bulan Dirawat, Terungkap Biaya Pengobatan Ani Yudhoyono, Istri SBY Selama di Rumah Sakit Singapura

"Terus datang darimana perhitungannya? Dari setan gundul?" Tambahnya.

Lantas Syahbanur mengaku tidak ikut menghitung sisa triplek yang rusak dan tidak terpakai.

Sekadar diketahui, dalam perkara ini menjerat dua terdakwa yakni, Ibnu Ziady selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi tahun 2016 dan Ito Mukhtar selaku Direktur PT Anugrah Bintang Kerinci. Adapun kerugian negara berdasarkan pemeriksaan BPKP sebsar Rp 1.040.825.423,48.

Sidang Dugaan Korupsi Irigasi Kerinci, BPKP Jambi Temukan Pemyimpangan dalam Pembayaran (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved