Pemilu 2019

Sebut Pemilu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Sandiaga Uno Turut Ungkap Dugaan Kecurangan Pilpres

Sebut Pemilu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Sandiaga Uno Turut Ungkap Dugaan Kecurangan Pilpres

Sebut Pemilu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Sandiaga Uno Turut Ungkap Dugaan Kecurangan Pilpres
Tribunnews.com/Wahyu Firmansyah
Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno menjenguk Ustaz Arifin Ilham di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). 

Sebut Pemilu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Sandiaga Uno Turut Ungkap Dugaan Kecurangan Pilpres

TRIBUNJAMBI.COM - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan kritiknya terkait pelaksanaan pemilu 2019.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam dialognya di pertemuan "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Prabowo Subiyanto Sampaikan Kabar Duka

Kritik yang disampaikan Sandiaga Uno ini menyusul banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu 2019.

Satu di antara yang disebutkan adalah keluarga ibu Evi yang ditinggal suama.

"Kebahagiaan Ibu Evi untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H bersama Bapak Umar Hadi tidak bisa terlaksana. Insya Allah Pak Umar Hadi Husnul Khotimah," kata Sandiaga.

Baca Juga:

BPN Minta Jokowi Maafkan Pria yang Ancam Penggal Kepalanya: Kalau Konteksnya Bercanda ya Maafkan

Tolak Hasil Pilpres 2019, Prabowo SUbiyanto: Kami Tak Bisa Terima Ketidakadilan dan Ketidakjujuran

Insiden Bendera Terbalik Putih Merah Berkibar di Kantor Desa Peraduan Temeras, Merangin, Jambi

Sandi lantas menyebutkan, dari jumlah korban, pemilu 2019 ini merupaka pemilu yang paling banyak memakan korban.

"Dari jumlah korban, dengan pahit kita harus menerima kenyataan bahwa inilah pemilu yang paling banyak memakan korban. Pemilu yang paling mematikan sepanjang sejarah Indoesia," kata Sandi.

Sandi memaparkan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran agar kedepan tak terjadi hal-hal serupa.

"Suatu pelajaran yang amat mahal yang harus kita jadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaraan pemilu di waktu-waktu mendatang," tegas dia.

Mengutip Kompas.com, Selasa (14/5/2019), berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 485 petugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara untuk petugas yang sakit tercatat sebanyak 10.997 orang.

Petugas KPPS yang meninggal kebanyakan berusia di atas 50 hingga 70 tahun.

Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, penyebab kematian paling banyak dari petugas KPPS adalah kardiovaskular alias jantung dan pembuluh darah.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved