Berita Nasional

Sebut Ada 'Pemerkosaan' Demokrasi, Prabowo Subianto: Tokoh-tokoh Bangsa Ini Bukan Makar

Sebut Ada 'Pemerkosaan' Demokrasi, Prabowo Subianto: Tokoh-tokoh Bangsa Ini Bukan Makar

Sebut Ada 'Pemerkosaan' Demokrasi, Prabowo Subianto: Tokoh-tokoh Bangsa Ini Bukan Makar
Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers terkait perolehan suara di exit poll internal tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Pada keterangan pers tersebut Prabowo mengklaim dirinya mengungguli pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin. 

Sebut Ada 'Pemerkosaan' Demokrasi, Prabowo Subianto: Tokoh-tokoh Bangsa Ini Bukan Makar

TRIBUNJAMBI.COM - Banyaknya tokoh-tokoh dan politisi yang ditangkap atas dugaan makar, membuat Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, bersuara.

Ia meminta agar tidak ada pihak-pihak yang menakut-nakuti dengan menyebut tokoh-tokoh yang tergabung dalam koalisi 02 melakukan makar.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato penutup di pertemuan "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Dalam pidatonya, Prabowo awalnya menyebutkan bahwa demokrasi adalah jalan yang terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, Prabowo menyebutkan, sekarang ini dirinya melihat dan merasakan bahwa demokrasi Indonesia sedang 'diperkosa'.

"Kita sekarang melihat, dan kita merasakan, dan kita memiliki bukti-bukti dan kita mengalami, rekan-rekan kita, pejuang-pejuang kita, kita mengalami pemerkosaan demokrasi di Republik Indonesia ini," ujar Prabowo.

Baca Juga:

Ingin Sembuh dari Ketergantungan Narkotika, Jangan Malu, Datanglah Berobat ke BNNK

Siapa Sebenarnya Sosok Pria Pengadu Domba TNI-Polri? Foto-foto Dirinya Banyak dengan Tokoh Politik

Prabowo lantas mengklaim bahwa dirinya telah memenangkan mandat rakyat.

Ia juga menyebutkan bahwa tak akan menyerah dan menghianati negara, bangsa, dan rakyat.

"Setelah kita memperhatikan dengan seksama, mendengar, dan meyakinkan diri kita dan rakyat kita, bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kita telah memenangkan mandat dari rakyat," tegas Prabowo.

"Kalau kita menyerah berarti kita menyerah kepada ketidakadilan dan itu artinya kita berhianat kepada negara, bangsa, rakyat. Itu artinya kita berhianat pada pendiri-pendiri bangsa Indonesia. Itu artinya kita berhianat pada puluhan ribu orang yang telah gugur untuk mendirikan negara republik Indonesia ini."

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved