Multaqu Pertemuan Para Ulama, Habib Pimpinan Ponpes Jambi Untuk Indonesia Damai

Muktaqun (pertemuan) para Ulama, Habib, Pimpinan Ponpes, cendikiawan muslim, Lembaga Adat, dan Tokoh Masyarakat Jambi.

Multaqu Pertemuan Para Ulama, Habib Pimpinan Ponpes Jambi Untuk Indonesia Damai
Humas Polda Jambi
Multaqo Polda Jambi 

Multaqu Pertemuan Para Ulama, Habib Pimpinan Ponpes Jambi Untuk Indonesia Damai

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bertempat di hotel BW Luxury, dilaksanakan Muktaqun (pertemuan) para Ulama, Habib, Pimpinan Ponpes, cendikiawan muslim, Lembaga Adat, dan Tokoh Masyarakat Jambi.

Hadri Hasan Ketua MUI Provinsi Jambi mengatakan kita berkumpul di sini agar pasca pilpres ini hal hal tidak diinginkan tidak terjadi, dan kita disini sama sama berdoa agar Jambi berjalan Damai Aman Dan Terntram.

Kita sebagai generasi penerus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk dapat melanjutkan negeri yang maha besar ini, "Semoga silaturahmi ini dapat menciptakan rasa aman, semoga negeri indonesia ini mendapatakan barokah," ungkapnya

Ia juga mengatakan agar kita dapat mengikuti sifat sifat santun nabi Muhammad, "mudah mudahan melekat di hati kita, selalu menjadi pembimbing di hati kita, dan semoga kita tercipta rasa cinta damai," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, selaku panitia mengucapkan terimakash untuk semua yang telah hadir, "Semoga pertemuan kita membawa manfaat bagi kita," tutupnya.

Ketua Nahdatul Ulama Provinsi Jambi H. Aminullah Amid mengatakan, bahwa umat manusia harus tetap merajut kedamaian, kenyamanan antar sesama. "Kita sepakat untuk tetap menjaga kerukunan kesejukan dan kedamaian," jelasnya.

Ia menghimbau apapun yang terjadi, kita harus tetap hadapi semuanya dengan kesejukan. "Jangan sampai kita terprovokasi untuk berbuat yang merusak kedamaian negeri Ini," ungkapnya.

Ketua Muhamadiyah Provinsi Jambi Suhaimi Chan mengatakan hari ini adalah hari yang istimewa bagi keluarga besar Majelis Ulama. "Karena yang hadir sore hari ini adalah kaum muslimin dan muslimat," ungkapnya

Pesta demokrasi yang cukup melelahkan bagi kita ini akhirnya dapat berjalan dengan aman dan damai. "Apa yang jadi tutur bahasa bagi para ulama adalah jadi panutan bagi masyarakat Jambi, andaikata ada kekawatiran pada tanggal 22 nanti, kita di Jambi tentu tidak akan terpancing dengan isu seperti ini, dengan adat yang bersendi syarat khitabullah," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved