Mengaku Dirugikan, Zamzami Rahman Akan Gugat KPU Merangin ke MK

Selain membawa perkaranya ke DKPP, Zamzami Rahman juga akan menggugat KPU Kabupaten Merangin ke Mahkamah Konstitusi.

Mengaku Dirugikan, Zamzami Rahman Akan Gugat KPU Merangin ke MK
Tribunjambi/Muzakkir
Zamzami Rahman ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa gugatannya terhadap KPU telah dikabulkan PTUN Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Selain membawa perkaranya ke DKPP, Zamzami Rahman juga akan menggugat KPU Kabupaten Merangin ke Mahkamah Konstitusi.

Politisi Partai Gerindra itu menggugat KPU lantaran pada Pemilu 2019 perolehan suaranya tak dihitung.

Kepada Tribunjambi.com Zamzami menyebutkan jika pada Pemilu 2019, dirinya benar-benar dirugikan KPU Merangin.

"Saya yakin suara saya banyak. Tapi tidak dihitung oleh KPU," kata Zamzami.

Zamzami ditetapkan TMS oleh KPU Kabupaten Merangin sehari sebelum pencoblosan. KPU memberlakukan TMS ketika kasusnya tengah bergulir di PTUN Jambi.

Ada perundingan alot yang dilakukan oleh Zamzami dan KPU di Gudang Logistik KPU. Dalam perundingan itu KPU yang dihadiri langsung oleh ketua dan dua komisioner lainnya berjanji, jika Zamzami menang dalam gugatan di PTUN Jambi, KPU bersedia mengembalikan suaranya yang tidak dihitung.

Baca: Demokrat & PAN Berpotensi Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandiaga, Apa Sebabnya? Jatah Menteri?

Baca: Bupati Muarojambi Masnah Buka Puasa Bersama Jajaran Disdikbud dan Kepala Sekolah

Baca: Daftar Calon Menteri Muda Cantik yang Kemungkinan Masuk Kabinet Jokowi, 12 Tokoh Hasil Survei

Baca: Gejala dan Cara Pencegahan Virus Cacar Monyet yang Sedang Mewabah di Singapura

Baca: 7 Etika saat Membayar Zakat, Merahasiakan hingga Tidak Merusak

Tapi setelah putusan PTUN Jambi menyatakan Zamzami menang dan namanya kembali masuk DCT, suara Zamzami tetap tidak bisa dikembalikan. KPU beralasan jika semuanya telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mendapat perlakuan itu, Zamzami mencoba untuk mengajukan keberatan dengan memohon kepada Bawaslu Merangin untuk melakukan penghitungan ulang di semua TPS di Dapil I.

Permohonan Zamzami juga ditolak oleh Bawaslu Merangin. Bawaslu tidak bisa meregister sengketa pemilu yang diajukan oleh Zamzami karena objek yang dimohon atau disengketakan merupakan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Mendapat surat itu, Zamzami berencana akan membawa persoalan ini ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Insyaallah tanggal 14 saya masukkan gugatan ke MK," imbuhnya.

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved