Mencari Solusi Dibalik Tragedi Pemilu Serentak 2019 Bersama 4 Pakar dari 2 Negara

Pemilu 2019 dalam prakteknya telah menimbulkan berbagai masalah, antara lain petugas pemilu KPPS, Bawaslu, petugas keamanan yang meninggal bunuh diri

Mencari Solusi Dibalik Tragedi Pemilu Serentak 2019 Bersama 4 Pakar dari 2 Negara
Ist
IP Pascasarjana UIR Bahas Evaluasi Pemilu Serentak Bersama 4 Pakar dari 2 Negara 

TRIBUNJAMBI.COM -   Pemilu 2019 dalam prakteknya telah menimbulkan berbagai masalah, antara lain petugas pemilu KPPS, Bawaslu, petugas keamanan yang meninggal bunuh diri atau sakit karena diduga kelelaahan dan penyebab lainnya.

Masalah lain adalah adanya dugaan ketidakjujuran dalam menjalankan sistem sehingga menguntungkan pihak-pihak tertentu, yang nantinya perlu diuji kebenarannya melalui sidang pengadilan.

Berbagai berita hoax melalui media sosial yang dibuat oleh mereka yang sedang berkompetisi menimbulkan gambaran pascakebenaran (post truth}, yang dapat mengaburkan kebenaran sesungguhnya dan dapat menimbulkan kebingungan masyarakat.

Analisis itu disampaikan Prof Dr Sadu Wasistiono, Dosen Pascasarjana IPDN, pada Seminar International bertajuk, ‘Evaluasi Pemilihan Umum di Indonesia Tahun 2019 yang digagas Program Studi Ilmu Pemerintahan Pascasarjana Universitas Islam Riau di Pekanbaru, Satu (11/5).

IP Pascasarjana UIR Bahas Evaluasi Pemilu Serentak Bersama 4 Pakar dari 2 Negara
IP Pascasarjana UIR Bahas Evaluasi Pemilu Serentak Bersama 4 Pakar dari 2 Negara (Ist)

Selain Sadu, tiga pakar bidang pemerintahan lain juga turut berkontribusi menyampaikan buah pemikiran terkait pelaksanaan Pemilu Serentak. Mereka adalah Prof Dr H Yusri Munaf, SH, MHum (Staf Pengajar Pascasarjana UIR), Dr Drs Affan Sulaeman, MA (Ketua DKPP Provinsi Jawa Barat dan Dosen Universitas Pajajaran Bandung) dan Associete Profesor Dr Zaheruddin Othman dari Universitas Utara Malaysia.

Menurut Sadu, penyerentakan pemilihan umum presiden/wakil presiden dengan pemilihan legislative membuat masyarakat lebih fokus pada sosok presiden dan wakil presiden daripada sosok calon anggota DPR RI maupun anggota DPRD. ‘’Saat berada di bilik pencoblosan masyarakat lebih banyak memilih tanda gambar daripada calon anggota legislatif apalagi tidak ada foto anggota DPR RI dan DPRD kecuali foto anggota DPD,’’ tandas Sadu Wasistiono.

Evaluasi Pemilu Serentak Bersama 4 Pakar dari 2 Negara
Evaluasi Pemilu Serentak Bersama 4 Pakar dari 2 Negara (IST)

Dalam analisisnya, Sadu menyarankan perlu ada evaluasi yang berujung pada perubahan Undang Undang tentang Pemilihan Umum karena sistem yang ada sekarang telah membuat masyarakat menjadi bingung dan apatis. Ia mengakui, setiap system memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sistem Pemilu Serentak memberi keuntungan karena ada kepastian mengenai presiden sebagai pemenang pemilu dengan jumlah suara mayoritas di DPR RI.

‘’Presiden yang didukung oleh mayoritas anggota DPR akan memudahkan dalam pembuatan kebijakan strategis termasuk RPJN dan berbagai perundang-undangan terutama pembahasan menyangkut APBN,’’ tukas Sadu Wasistiono.

Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL yang membuka Seminar Nasional dan Antar Bangsa ini menyambut baik terselenggaranya kegiatan bertaraf international yang diikuti ratusan mahasiswa strata satu dan pascasarjana prodi ilmu pemerintahan. Menurut Ketua Prodi IP Dr Rahyunir Rauf, seminar ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan tema berbeda.

Baca: 21 Jam Hilang di Sungai Tembesi, Jambi, Badril Si Bocah Malang Akhirnya Ditemukan Tewas Mengapung

Baca: Polisi Temukan Minyak Tanah, Petunjuk Pembunuhan Vera Oktaria Selain Dimutilasi Juga Akan Dibakar

Baca: Identitas Mayat Membusuk di Air Hitam Jambi Mulai Terungkap, Korban Sempat Kejar Istri ke Loket Bus

Baca: Hermawan Susanto Pelaku yang Mengancam Penggal Kepala Presiden Jokowi Bakal Kena Hukuman Berat

Baca: VIDEO Viral, Diberi Kasir Indomaret Rp 1.000, Pria Berpakaian Putih Ngamuk-ngamuk, Bawa Teman

‘’Melalui seminar ini kita ingin meningkatkan atmosfir kehidupan akademik kampus dan meningkatkan mutu ilmu pemerintahan sehingga pada akhirnya terjadi proses pematangan berfikir bagi mahasiswa maupun dosen,’’ ujar Rahyunir Rauf.

Seminar ini turut dihadiri Direktur Pascasarjana UIR Dr Ir Saipul Bahri, Wakil Direktur II Dr. Syahrul Akmal Latif dan Dosen-dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan. Tulisan-tulisan yang terbentang pada seminar akan dimuat ke dalam prociding yang diharapkan bermanfaat bagi dosen serta prodi dan pascasarjana.*

Baca: Ditemukan Sepeda Motor Diduga Milik Mayat Pria yang Membusuk di Air Hitam, Sarolangun Jambi

Baca: Sebut Buku Nikah Anaknya Sengaja Dihilangkan Oleh Ibunda Hilda Vitria, Ibunda Kriss Hatta Tuding Ini

Baca: Info BMKG - Prakiraan Cuaca 33 Kota Senin 13 Mei, Sejumlah Wilayah Ini Cerah dan Berawan

Baca: Terungkap Ini Sosok yang Ancam Penggal Kepala Jokowi, Pasca Ditangkap tak Segalak Saat Beri Ancaman

Penulis: heri prihartono
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved