Kisah Militer RI

Diserang Secara 'Kilat' dengan Kopassus, Teroris Tak Berkutik, Media Thailand serta Dunia Tercengang

Diserang Secara 'Kilat' dengan Kopassus, Teroris Tak Berkutik, Media Thailand serta Dunia Tercengang

Diserang Secara 'Kilat' dengan Kopassus, Teroris Tak Berkutik, Media Thailand serta Dunia Tercengang
Sripoku
Operasi Woyla yang Naikkan Nama Kopassus 

Diserang Secara 'Kilat' dengan Kopassus, Teroris Tak Berkutik, Media Thailand serta Dunia Tercengang

TRIBUNJAMBI.COM - Tanggal 29 Maret, 35 anggota Kopassandha atau sekarang bernama Kopassus meninggalkan Indonesia dalam sebuah DC-10 yang disewa.

Tujuan mereka adalah ke Bandara Don Mueng di Thailand.

Pasukan ini mengemban misi khusus untuk melumpuhkan para teroris yang menyandera 36 penumpang pesawat DC-9 Woyla.

Para anggota pasukan elite TNI ini hanya mengenakan pakaian sipil.

Baca Juga:

Komentari Penangkapan Pria yang Ancam Penggal Jokowi, Iwan Fals Sindir Polisi yang Tilang Dirinya

TERBARU, Pemuda Ancam Penggal Kepala Presiden Jokowi Ditangkap, HS Dikenakan Pasal Makar

Pelunasan BPIHB Tahap II di Tutup, 8 Orang CJH Provinsi Jambi Belum Melakukan Pelunasan BPIH

Promo Anniversary Ke-8 Mitra Bangunan, Potongan Harga Besar-besaran

Tak terlihat mereka sedang mengemban tugas penting untuk menyelamatkan para sandera yang nyawanya tengah terancam.

Tujuan penggunaan pesawat DC-10 dikarenakan terdapat kemungkinan bahwa para pelaku akan menerbangkan pesawat tersebut sampai ke Libya.

Para anggota pasukan khusus ini bakal memburu para pembajak ini hingga kemanapun.

Sampai di Thailand Persiapan pun dilakukan.

Baca: Penampakan Video War Room BPN Kubu 02, Karena Diterpa Isu Tak Blak-blakan soal Klaim Kemenangan

Latihan terakhir telah usai ketua tim Operasi Letkol Sintong Panjaitan sempat "menipu" anak buahnya sebelum operasi digelar.

Berpura-pura operasi gagal, Sintong meminta semua anak buahnya tidur.

Ini semata-mata dilakukannya agar anak buahnya cukup istirahat dan segar saat melakukan operasi berbahaya ini.

Baca: Rugikan Negara Rp3,1 Miliar, Direktur PT JJM Divonis 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 6,2 Milyar

Dan waktunya pun tiba, tengah malam seluruh pasukan dibangunkan, sekitar Pukul 02.30 tanggal 31 Maret, prajurit bersenjata mendekati pesawat.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved