Pilpres 2019

TKN Jokowi-Maruf Terbuka Terima Partai Demokrat Jika Benar-benar Keluar Dari Koalisi Adil Makmur

Akhir-akhir ini koalisi adil makmur yang memenangkan Prabowo-Sandiaga tampak tengah mengalami konflik antar sesama kader partai.

TKN Jokowi-Maruf Terbuka Terima Partai Demokrat Jika Benar-benar Keluar Dari Koalisi Adil Makmur
ist
Update Real Count KPU Jumat (26/4) Jam 13.00 Wib, Data Masuk 36% Jokowi vs Prabowo Dapat Segini 

TRIBUNJAMBI.COM - Akhir-akhir ini koalisi adil makmur yang memenangkan Prabowo-Sandiaga tampak tengah mengalami konflik antar sesama kader partai.

Hal ini menjadi sorotan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo -Maruf Amin yang membuka pintu untuk Partai Demokrat jika berkenan bergabung.

TKN Jokowi-Maruf Amin tak keberatan jika  Partai Demokrat ingin bergabung dengan koalisi mereka.

Baca: Istirahat di Dalam Mobil Tanpa Matikan AC, Sekeluarga di Kampar Riau Ditemukan Keracunan, Kok Bisa?

Baca: Luhut Binsar : Saya Tak Ingin Prabowo Dirusak Oleh Orang-orang di Sekitarnya yang Tak Jelas

Baca: KISAH Ninja Terakhir yang Sanggup Mendengar Suara Jarum Jatuh, Latihan Berjam-jam Menatap Lilin

Baca: Ini Menu Buka Puasa yang Ternyata Tak Sehat dan Berdampak Jangka Panjang, Bukan Air Dingin

Pernyataan TKN merespon pernyataan dari Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yang meminta Demokrat mundur saja dari koalisi calon nomor urut 02 itu karena dinilai tidak jelas seperti serangga undur-undur.

"TKN welcome kepada seluruh partai. Kalau mereka memang ingin gabung ke Pak Jokowi kita welcome, kita senang saja," ucap Wakil Sekretaris TKN Ahmad Rofiq saat ditemui usai menghadiri sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).

 
Ahmad Rofiq melanjutkan apabila ‎benar Demokrat bergabung dengan kubu Jokowi, pihaknya akan mengkaji ulang komposisi bagi masing-masing partai.

Dia meyakini bergabungnya Demokrat di kubu Jokowi sangat menguntungkan, utamanya dalam penguatan posisi di parlemen.

"Ini akan memperkuat di parlemen, karena hakikat koalisi itu kan di parlemen. Nanti soal komposisi akan dibahas dalam pembicaraan selanjutnya," tegasnya.

Dia melanjutkan peluang Demokrat bergabung sudah terlihat sejak pertemuan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono dengan Jokowi beberapa waktu lalu di Istana Negara. Pertemuan keduanya menunjukkan Demokrat ingin berpolitik secara jernih.

"Memang belum ada langkah partai (Demokrat) dengan TKN. Tapi pertemuan itu diharapkan mampu meredam situasi dan membuat suasana jadi kondusif. Kalau sampai Demokrat gabung dengan TKN, ini pesan bahwa Demokrat memang tidak sejalan lagi dengan mereka," tambah Ahmad Rofiq yang juga Sekjen Partai Perindo itu.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved