KPU dan Bawaslu Jambi Bersitegang, Tak Terima Gara-gara Diksi Macan Ompong

Di akhir rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Jambi, KPU Jambi memantik ketegangan gara-gara diksi "macan ompong".

KPU dan Bawaslu Jambi Bersitegang, Tak Terima Gara-gara Diksi Macan Ompong
IST
Komisi Pemilihan Umum buka Provinsi Jambi,menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan suara,Pemilihan umum tahun 2019 Tingkat Provinsi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI — Mendekati akhir rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Jambi, KPU Provinsi memantik ketegangan gara-gara diksi “macan ompong”. Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi langsung meminta klarifikasi dalam forum yang sama.

Di tengah kerja maraton yang dilakukan penyelenggara Pemilu 2019 di Provinsi Jambi, KPU Provinsi Jambi serta Bawaslu Provinsi Jambi nyaris terlibat ketegangan serius. Pasalnya dipicu oleh penggunaan diksi “macan ompong” yang digunakan Ketua KPU Provinsi Jambi, M Subhan saat memimpin rapat.

Tak ayal, penggunaan diksi macan ompong itu pun langsung mendapatkan respon dari komisioner Bawaslu Provinsi Jambi yang hadir, seperti Fachrul Rozi, Wein Arifin, Afrizal dan Rafiqoh Febrianty.

Diksi macan ompong yang digunakan oleh Ketua KPU Provinsi Jambi tersebut diucapkan ketika pembahasan tentang rekapitulasi perolehan suara di Kota Jambi. Dimana, pada sesi tanggapan ternyata cukup banyak yang memberikan tanggapan. Ada saksi dari Golkar, PDIP, PBB dan Bawaslu sendiri.

Baca: Puluhan Napi Kabur Pasca Kerusuhan di Lapas Siak, Polda Jambi Perketat Perbatasan Jambi Riau

Baca: Dua Penyelam Basarnas Sisir Dasar Sungai Batanghari, Cari Bocah 6 Tahun yang Tenggelam

Baca: 67 Rumah Terbakar, Warga Tanjab Timur Jambi Merugi Rp 1,5 Miliar Akibat Kebakaran di Pangkal Duri

Baca: ASN Muarojambi Tertangkap Narkoba, Dewan Desak Bupati Lakukan Tes Urine Seluruh Pegawai

Baca: Wali Kota Jambi Ajak Warga Bantu Korban Kebakaran di Pangkal Duri, Donasi Bisa Lewat Bank Jambi

M. Subhan, Ketua KPU Provinsi Jambi dalam penjelasannya mengatakan bahwa diksi macan ompong yang digunakannya tersebut tidak memiliki indikasi mendeskreditkan lembaga Bawaslu. Tetapi lebih kepada upaya dirinya selaku pimpinan rapat pleno untuk mencairkan suasana.

“Perkataan kepada Bawaslu jangan seperti “macan ompong” itu saya sampaikan tanpa maksud apapun. Itu hanya untuk mencairkan dan menyegarkan suasana yang mulai letih kerja maraton selama beberapa hari sampai malam,” ungkap M Subhan, Sabtu (11/5/2019) dini hari.

Untuk diketahui bahwa pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Provinsi Jambi ini sendiri diselenggarakan mulai tanggal 8-11 Mei 2019. Kegiatan dimulai pukul 09.00-00.00 WIB atau bahkan sampai pukul 01.00 WIB baru bisa istirahat.

Untuk mengurangi ketegangan, M Subhan mengaku bermaksud membuat lelucon untuk mencairkan suasana. Namun diksi yang digunakannya justru memicu reaksi dari mitra sejajarnya, Bawaslu Provinsi Jambi.

Merespon langsung apa yang disampaikan oleh M Subhan, Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin mengutarakan bahwa selama ini pihak Bawaslu sudah bekerja maksimal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penindakan yang telah mereka lakukan. Tidak itu saja, banyak juga perkara yang mereka tangani. Seperti pelanggaran administrasi hingga pelanggaran pidana.

Pihak Bawaslu bahkan telah merekomendasikan beberapa perkara memenuhi unsur pidana. Namun, dikarenakan penanganannya melibatkan dua lembaga lain, maka keputusan yang diambil tidak bisa diputuskan oleh Bawaslu sendiri.

Halaman
12
Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved