Jansen Sitindaon Pertanyakan Kivlan Sejarah Hidupnya Memang jadi Apa? Bandingkan dengan Kiprah SBY

Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon merespon peryaatan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik perihal p

Jansen Sitindaon Pertanyakan Kivlan Sejarah Hidupnya Memang jadi Apa? Bandingkan dengan Kiprah SBY
YouTube/KompasTV
Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon 

TRIBUNJAMBI.COM- Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon merespon peryaatan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik perihal pencalonan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Jansen Sitindaon menanyakan kontribusi Kivlan Zen. Sebab, ia menilai Kivlan tak punya kontribusi besar untuk negeri. Berbeda dengan SBY, kata Jansen, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, Menkopolhukam hingga terpilih menjadi Presiden RI selama dua periode.

"Kivlan ini dalam sejarah hidupnya memang jadi apa? Jadi Kivlan ini tidak usah banyak omonglah, karena kelasnya jauh benar dibawah SBY apalagi terkait kontribusinya ke Republik ini," kata Jansen.

Jansen lantas menjawab ucapan Kivlan yang juga menyebut SBY sebagai anak buahnya di militer. Ia pun menyinggung prestasi Kivlan di dunia militer.

Baca: Andi Arief Tuding Loyalis Prabowo Kivlan Zen Sekali Tak Pro Islam, Sering Gunakan SARA

Baca: Siapa Sebenarnya Tokoh Kontroversi Arief Poyuono, Ketua Federasi Pekerja BUMN,Hingga Anggota DPR RI?

"Bagaimana dia mau membandingkan dirinya dengan Pak SBY dan mengatakan dirinya yang mendidik serta lebih jago dari SBY," ucap Jansen.

"Karena di Akmil saja sejarah mencatat pak SBY ini lulusan terbaik Akmil peraih Adhimakayasa, sedang Kivlan Zen ini kita tidak tahu lulus peringkat berapa dia," lanjutnya.

Sebelumnya, Kivlan Zen menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertindak licik saat Pilpres 2019. Ia menyebut, SBY dan Partai Demokrat ingin menjegal Prabowo Subianto batal menjadi Capres di Pilpres 2019.

Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

"Dia saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," kata Kivlan Zen.

Sekjen Partai Demokrat (PD), Hinca Panjaitan menegaskan sangat tidak berdasar dan keliru tudingan dari Kivlan Zen. "Ngawur! Sangat tak berdasar dan ngawur tudingan ini,"ujar Hinca.

Hinca tegaskan, koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga Uno masih tetap dijalurnya. Sebagai Sekjen Hinca sampaikan ia masih wakil ketua di BPN Prabowo-Sandi.

"Kami terus bekerja solid menuntaskan pilpres ini sampai proses penghitungan oleh KPU ditetapkan pada 22 Mei," ucap Hinca.

Bahkan malam ini, Hinca menjelaskan, forum Sekjen partai koalisi Adil Makmur bertemu lagi melanjutkan terus kordinasi internal. Karena itu Hinca tegaskan, tudingan Kivlan Zen terhadap SBY sama jahat dan tak menggambarkan sikap seorang senior.

Baca: Kivlan Zen Klarifikasi Soal Tuduhan Makar Senin, Polri Cegah Ke Luar Negeri

"Pak SBY sudah 3 bulan lebih di Singapura memdampingi proses pengobatan bu Ani Yudhoyono," jelasnya.

Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved