PRIA Bersenjata Api Lakukan Aksi Penembakan Terhadap Jamaah Salat Tarawih, Polisi Sita Pistol

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah hampir satu bulan berlalu sejak kejadian pembantaian sadis di Masjid Christchurch,

PRIA Bersenjata Api Lakukan Aksi Penembakan Terhadap Jamaah Salat Tarawih, Polisi Sita Pistol
(AFP/Robin van Lonkhuijsen)
Ilustrasi --Pasukan anti teror juga telah diterjunkan, semua Masjid di Utrecht telah dijaga ketat, sementara Universitas Utrecht dan Stasiun Pusat Utrecht sudah ditutup. Polisi dan paramedis berjaga di lokasi kejadian penembakan trem di Utrecht, Belanda, Senin (18/3/2019). 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah hampir satu bulan berlalu sejak kejadian pembantaian sadis di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Penembakan keji yang dilakukan oleh pelaku teror Branton Tarrant telah menorehkan duka bagi masarakat dunia.

 

Seolah tak ada habisnya, insiden serupa kembali terjadi di sebuah masjid di High Road, di Seven Kings, London Timur.

Seorang pria dilaporkan telah memasuki sebuah masjid dan melakukan aksi penembakan.

Baca: Kediaman Cut Zuhra Kemalingan, Sepeda Motor dan Hp Diembat

Baca: KASAD Jenderal Andika Perkasa Terima Fuad Hadi Woyla, Dukung Program Visi Indonesia

Baca: Google Doodle Hari Ini Minarni Soedarjanto, Si Nona Manis Ratu Semua Ratu Bulutangkis

Diyakini, pria itu masuk ketika umat muslim sedang melaksanakan salat Tarawih pada bulan Ramadhan.

Setelah suara tembakan mulai terdengar, jamaah pun mulai mengejar pria tersebut.

Kendati demikian, tak ada penangkapan yang dilakukan.

Mengutip Daily Star, juru bicara kepolisian menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Polisi dipanggil ke masjid sekitar pukul 10.45 malam pada hari Kamis (9/5/2019). TWITTER/@999LONDON via Daily Star

Halaman
12
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved