Permadi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ternyata Ini isi Video Seperti INi yang Jadi Penyebabnya

Laporan terhadap Permadi itu menindaklanjuti laporan model A terhadap Permadi yang telah dibuat aparat kepolisian.

Permadi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ternyata Ini isi Video Seperti INi yang Jadi Penyebabnya
(KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)
Fajri Syafii usai membuat laporan polisi terhadap politikus Partai Gerindra, Permadi, di Polda Metro Jaya, Kamis (9/5/2019) malam 

Permadi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ternyata Ini isi Video Seperti INi yang Jadi Penyebabnya

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra, Permadi, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengacara bernama Fajri Safi'i.

Laporan polisi itu terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan penghasutan.

Laporan terhadap Permadi itu menindaklanjuti laporan model A terhadap Permadi yang telah dibuat aparat kepolisian.

"Enggak perlu membuat laporan polisi (LP) lagi. (Kedatangan saya) menindaklanjuti LP yang sudah ada, katanya (dibuat) oleh tim cyber (Polda Metro Jaya). Nah, itu LP-nya LP A. Kalau LP A itu polisi yang buat laporan sendiri, temuan polisi," kata Fajri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019) malam.

Fajri mengatakan, Permadi dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian pada video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Permadi menyebutkan Indonesia tidak dapat mengikuti aturan konstitusi yang berlaku saat ini.

 Andre Rosiade Sindir Sosok Banci Tampil, Yunarto Pastikan Pecahnya Koalisi Dilihat Setelah 22 Mei

 Siapa Sebenarnya Profesor Laode? Sosok di Balik Klaim Angka 62 Persen Prabowo-Sandiaga

 62 Rumah Terbakar di Mendahara, Dinsos Tanjab Timur Mulai Kirimkan Ratusan Paket Bantuan

 Sidak TKA, Disnakertras Jambi Temukan Lima Warga Tiongkok di Kota Jambi

"Saya lihat videonya tadi pagi. (Dalam video ada pernyataan) jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita harus revolusi, harus bubarkan negara ini. Kalau saya tonton, isinya itu bahwa Indonesia tidak bisa lagi tunduk ke konstitusi hukum Indonesia. Itu yang saya tangkap," ungkap Fajri.

Permadi juga dinilai menyebarkan ujaran dengan menjelekkan salah satu suku di Indonesia.

Fajri mengaku telah menunjukkan video rekaman yang memuat pernyataan Permadi itu kepada aparat kepolisian.

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved