62 Rumah Terbakar di Mendahara, Dinsos Tanjab Timur Mulai Kirimkan Ratusan Paket Bantuan

Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan 62 rumah di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara Kamis malam, Pemda Tanjab Timur mulai kirimkan bantuan.

62 Rumah Terbakar di Mendahara, Dinsos Tanjab Timur Mulai Kirimkan Ratusan Paket Bantuan
tribunjambi/Abdullah Usman
Pemerintah mulai kirimkan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Pangkal Duri Kecamatan Mendahara. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan 62 rumah di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara Kamis malam, Pemda Tanjab Timur mulai kirimkan bantuan.

Pantauan Tribunjambi com, di lapangan tepatnya di Desa Mendahara Ilir yang merupakan desa penghubung  menuju Desa Pangkal Duri, rombongan Dinas Sosial Tanjab Timur Tiba di Desa Mendahara Ilir.  Rombongan tersebut tengah mengangkut sembako untuk dikirim ke lokasi kebakaran.

Dengan menggunakan truk milik Dinsos, ratusan paket bantuan sembako dipindahkan ke kapal untuk diangkut ke lokasi. Mengingat dari Kabupaten Tanjab Timur menuju Desa Pangkal Duri hanya bisa melalui jalur air.

“Alhamdulillah pagi ini kita sudah siapkan bantuan untuk para korban, baik bantuan pangan pakaian hingga dapur umum,” ujar Kepala Dinas sosial Tanjab Timur kepada Tribunjambi.com.

Baca: Api Berkobar di Mendahara, Puluhan Rumah Hangus Terbakar

Baca: Payo Sigadung Kebakaran, Lima Rumah Ludes, 8 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan Padamkan Api

Baca: Lima Bedeng di Bungo Habis Terbakar, Pemilik Hanya Bisa Nangis Lihat Rumahnya Jadi Arang

Baca: Sidak TKA, Disnakertras Jambi Temukan Lima Warga Tiongkok di Kota Jambi

Baca: Tingkatkan Pariwisata dan UMKM, DPRD Kota Sungai Penuh Studi Banding ke Depok

Selain bantuan dari pemda juga ada bantuan dari Pemprov Jambi seperti beras, pakaian, tikar dan lainnya. Bantuan sembako dan dapur umum tersebut, diperkirakan bisa digunakan dua hingga tiga hari ke depan.

“Informasi yang kita terima memang ada 62 rumah warga yang hancur bahkan rusak akibat peristiwa tersebut,” jelasnya.

Sementara, pemerintah setempat dan camat belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Pasalnya mereka tengah berada di lokasi kejadian sejak dini hari tadi dan tidak ada jaringan ponsel.

Sayangnya, ketika Tribunjambi.com, ingin menuju lokasi kejadian tidak mendapatkan speed boat ataupun pompong yang siap antar. Mengingat kondisi air dalam keadaan surut dan jarak tempuh memakan waktu hingga 2 jam.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved