PENGAMANAN Soeharto ke Belanda Diremehkan, LB Moerdani Mengamuk, 'Kami Hanya Punya Satu Soeharto'

TRIBUNJAMBI.COM- Sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Panglima TNI, Benny Moerdani dikenal

PENGAMANAN Soeharto ke Belanda Diremehkan, LB Moerdani Mengamuk, 'Kami Hanya Punya Satu Soeharto'
Soeharto dan Benny Moerdany 

Tapi Benny tidak bisa berbuat banyak karena sedang berada di negara lain. Apalagi pemerintah Belanda sendiri ternyata tidak begitu menyukai Pak Harto.

Namun, kekhawatiran Benny ternyata terbukti. Suatu malam 31 Agustus 1970, sebanyak 33 anggota RMS bersenjata menyerbu Wisma Duta, rumah Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda.

Mujur Duta Besar RI,Taswin Natadiningrat yang pensiunan Letnan Jenderal lolos dari serbuan.

Baca: Tanggapan Mahfud MD Soal Eggi Sudjana Ditetapkan Sebagai Tersangka, Polisi Punya Alat Bukti Kuat

Baca: Pramugari Cantik Arfita Dwi Putri Merasa Hidupnya Sudah Tak Normal, Pasrah Pada Langkah Yama Carlos

Baca: Resep Berbuka Puasa Dengan Menu Bubur Buatan Sendiri, Murah dan Menyehatkan

Atas aksi bersenjata anggota RMS yang ternyata tidak bisa dicegah oleh aparat keamanan dan agen rahasia itu, pemerintah Kerajaan Belanda pun sangat malu.

Intelijen Belanda sendiri menjadi sadar bahwa apa yang disampaikan oleh Benny sambil marah-marah ternyata benar.

Rombongan Presiden Soeharto yang berkunjung ke IstanaHuis Ten Bosch pun kemudian mendapat pengawalan sangat ketat dan kunjungan tidak meggunakan kendaraan darat melainkan helikopter.

Baca: Ayah Tiri Perkosa Siswi SD 5 Tahun, 2 Kakak Korban Justru Membantu, Korban Kerap Pingsan di Sekolah

Baca: Hari Pertama Sekolah Saat Ramadhan di Bungo, Jam Belajar Siswa SD-SLTP Dikurang 10 Menit

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved