Seputar Ramadan

Benarkah TNI AU Bangunkan Sahur Masyarakat Pakai Pesawat Tempur, Simak Penjelasannya

Benarkah suara jelang sahur pada malam hari saat Ramadan merupakan suara jet tempur yang membangunkan sahur?

Benarkah TNI AU Bangunkan Sahur Masyarakat Pakai Pesawat Tempur, Simak Penjelasannya
photo : TribunNews
Ilustrasi Pesawat tempur TNI AU 

TRIBUNJAMBI.COM - Benarkah suara jelang sahur pada malam hari saat Ramadan merupakan suara jet tempur yang membangunkan sahur?

Terungkap sebuah cuitan viral di twitter TNI AU yang berisi akan membangunkan sahur pakai pesawat tempur.

Sebelumnya, TNI AU melalui akun Twitter-nya, @_TNIAU menyatakan akan melakukan kegiatan membangunkan sahur dengan menerbangkan pesawat tempur di wilayah udara beberapa kota, menjadi viral di media sosial

Fakta terbaru tentang kabar TNI AU akan bangunkan sahur pakai pesawat tempur disampaikan Kepala Subdinas Penerangan Umum AU, Kolonel Sus M Yuris.

Baca: Hina Ukuran Organ Vital Irfan Sbaztian, Elly Sugigi Nangis-nangis Minta Maaf, Hubungannya Rekayasa?

Baca: PDI P Prediksi Raih 133 Kursi DPR RI, Hasto Bocorkan Kritera Calon Ketua DPR RI, Punya Jam Terbang

Baca: Istri Ketahuan Selingkuh, Yama Carlos Dibilang Miskin & Tak Berharga, Arfita Dwi Putri Klarifikasi

Baca: Pramugari Arfita Dwi Putri Minta Maaf, Kabar Istri Pamit Kerja Tapi Nonton Konser Bareng Suami Orang

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Viral Pesawat TNI AU Akan Ikut Tradisi Bangunkan Sahur, Ini Penjelasannya', fakta yang pertama adalah misi utama kegiatan ini dalam rangka menyiasati waktu terbang bagi para penerbang tempur TNI AU selama bulan Ramadhan.

 

"Misi utama bukan membangunkan sahur tapi maintain kemampuan terbang malam atau subuh, bagi penerbang tempur TNI AU," kata Yuris.

Terbang di waktu subuh atau jam-jam sahur selama bulan Ramdhan menjadi opsi yang paling mungkin diambil, sebab para penerbang tempur yang menjalankan puasa tidak diperkenankan menerbangkan pesawat di atas pukul 10.00 pagi.

"Pukul 10.00 pagi adalah batas waktu yang diberikan oleh tim medis untuk terbang di saat puasa karena lebih dari waktu itu, kadar gula darah sudah menurun dan tidak fit untuk terbang, kecuali membatalkan puasa jika diperlukan," kata Yuris saat dihubungi Kompas.com Rabu (8/5/2019) siang.

Baca: Diberhentikan Stasiun TV Usai Dituding Hina Nabi, Andre Taulany: Berkah dari Allah, Tak Usah Takut

Baca: Diarak Warga, Kades yang Digrebek di Rumah Janda di Merangin, Didenda Rp30 Juta&Resmi; Diberhentikan

Baca: Mobil Sempat Hilang Tenaga, Wanita Sopir Grab Dapat Orderan Antar Jenazah dari RSUD Pukul 04.00 WIB

Baca: Di Melt Me, Won Jin Ah akan Adu Akting dengan Ji Chang Wook, Drama Teranyar Si Cantik

Dalam kondisi berpuasa, setelah pukul 10.00, para penerbang hanya diperkenankan untuk siap siaga operasi, tidak menerbangkan pesawat kecuali dalam kondisi darurat dan membatalkan puasanya.

"Bagi penerbang tempur Muslim, jika ingin tetap berpuasa maka mereka hanya boleh standby operasi setelah pukul 10.00 pagi.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved