Alih Lahan di Kerinci

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kerinci Hilang, Alih Fungsi Lahan Jadi Pemukiman

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kerinci Hilang, Alih Fungsi Lahan jadi Pemukiman

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kerinci Hilang, Alih Fungsi Lahan Jadi Pemukiman
Tribun Jambi/Herupitra
Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci. 

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kerinci Hilang, Alih Fungsi Lahan jadi Pemukiman 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Lahan pertanian pangan di Kabupaten Kerinci, semakin berkurang. Hal itu dikarenakan beralih fungsinya lahan pertanian menjadi pemukiman penduduk.

Hal itu disampaikan oleh wakil Bupati Kerinci, Ami Taher pada paripurna DPRD Kerinci, dengan agenda penyampaian lima Ranperda 2019, Rabu (8/5/2019).

Baca: Kultum Ramadan Ahli Ibadah yang Masuk Neraka Cocok Dibacakan Sebelum Salat Tarawih

Baca: 10 Tips Sukses Melaksanakan Ibadah Sepanjang Bulan Ramadan,Simak Caranya Ya

Baca: Andi Malarangeng Blak-blakan, Demokrat tak Pernah Diundang ke War Room BPN, Ngaku Sudah 70 persen

Wabup menyampaikan, bahwa alih fungsi lahan pertanian merupakan ancaman terhadap pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan. Secara nasional setiap tahun diperkirakan 80 ribu hektare areal pertanian hilang.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Kerinci. Sudah ribuan hektare lahan pertanian hilang. Meski tak menyebutkan angka pasti, namun beberapa lokasi lahan sudah banyak yang beralih fungsi.

"Berubah fungsi ke sektor lain," ungkap Wabup.

Baca: Pilgub Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, Sebut Belum Terpikir untuk Berpolitik

Baca: Resep telur Dadar Sambal Matah Cocok Buat Sajian Buka Puasa,Murah, Nikmat dan Bergizi

Baca: VIDEO: Penampakan Lokasi Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota RI yang Ditinjau Jokowi

Wabup mengatakan, atas dasar pertimbangan tersebut dalam rangka perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Di Kabupaten Kerinci sudah perlu memiliki payung hukum berupa peraturan daerah (perda) tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

"Ini guna untuk mengurangi resiko penggunaan areal lahan pangan produktif untuk kepentingan perumahan ataupun peruntukan lainnya," jelasnya.

Untuk merealisasikan itu, Pemkab Kerinci penyampaikan Ranperda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Baca: Nasib Andre Taulany Usai Dituding Hina Agama dan Ulama, Diberhentikan Dari Program Sahur NET TV

Baca: Link Video Live Streaming Semifinal Liga Champions 2019, Ajax vs Tottenham Malam Ini

Baca: NONTON Video Live Streaming RCTI Ajax vs Tottenham Hotspur, Prediksi Pemain dan Target Pochetino

Selanjutnya, Wabup meminta secara mendetail dapat dibahas oleh panitia khusus legislatif dengan tim eksekutif.

Pantauan Tribunjambi.com, dilapangan sejak beberapa tahun terakhir alih fungsi lahan di Kerinci banyak terjadi. Terutama sawah, yang beralih fungsi menjadi lahan pemukiman penduduk, yang mengakibatkan kawasan pertanian menyempit.

Bahkan kepala Dinas Pertanian Kerinci, Radium Halis beberapa waktu lalu menyebutkan, alih fungsi lahan jadi pemukiman sudah ribuan hektare.

Menurutnya, jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan 10 tahun hingga 15 tahun ke depan sawah di Kerinci habis. Untuk itu kata Radium Halis perlu Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) untuk melindungi sawah.

“Kalau habis mau makan apa masyarakat, karena pemukiman dialihkan ke lahan-lahan kering,” ucapnya.

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kerinci Hilang, Alih Fungsi Lahan jadi Pemukiman  (Heru Pitra/Tribun Jambi)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved