Pemilu 2019

Kapolri Buka Suara Soal Kecurangan Pemilu & Pilpres 2019: Jangan Bilang Curang Kalau Tidak Ada Bukti

Kapolri Buka Suara Soal Kecurangan Pemilu & Pilpres 2019: Jangan Bilang Curang Kalau Tidak Ada Bukti

Kapolri Buka Suara Soal Kecurangan Pemilu & Pilpres 2019: Jangan Bilang Curang Kalau Tidak Ada Bukti
TRIBUNJAMBI/HANIF BURHANI
Kunjungan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian ke Jambi sejak jumat hingga Sabtu (5/8/2017). Di Polda Jambi, Tito Karnavian meninjau beberapa Inovasi pelayanan Polda Jambi Berbasis IT di Bidang Satlantas dan Rumah sakit Bhayangkara. dan mengecek langsung Apel Gelar Satgas Penanggulangan kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi. 

Kapolri Buka Suara Soal Kecurangan Pemilu & Pilpres 2019: Jangan Bilang Curang Kalau Tidak Ada Bukti

TRIBUNJAMBI.COM - Isu kecurangan Pilpres 2019 yang terus beredar membuat Kapolri angkat bicara.

Penjelasan Resmi Kapolri Tito Karnavian Sikapi Tudingan Adanya Kecurangan di Pemilu & Pilpres 2019 

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian akhirnya angkat bicara menyikapi banyaknya tuduhan kecurangan pada Pileg dan Pilpres 2019

Menurut  Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian bahwa tuduhan dari pihak-pihak yang menyebut adanya dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 meliputi Pileg dan Pilpres 2019 seharusnya disertai dengan proses pembuktian.

Tito Karnavian mengatakan, ada mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan yang dapat ditempuh oleh pihak-pihak yang keberatan dengan proses penyelenggaraan pemilu termasuk pada Pilpres 2019.

Baca Juga:

Polda Jambi Tangkap 4 Pengedar dan Puluhan Paket Sabu, Terungkap Bos Besar Kontrol dari Balik Lapas

Begini Balasan Ranty Maria Usai Diunfollow Ammar Zoni yang Resmi Jadi Suami Irish Bella

Tak Tahu Jual Handphone Curian, Pegawai Counter di Jambi Terancam Penjara

Istri Ibas Ungkap Kondisi Ani Yudhoyono yang Berubah Drastis, Foto AHY di RS Dikomentari Yuni Shara

"Menyimak perkembangan situasi saat ini kita ketahui ada aksi-aksi yang mungkin keberatan atau dugaan-dugaan kecurangan dalam proses yang sudah berlangsung," ujar Tito Karnavian dalam Rapat Kerja terkait evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019, dengan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2019).

"Menghadapi dugaan-dugaan atau sangkaan kecurangan sebetulnya ada mekanismenya. Jadi tidak bisa dikatakan ini curang tapi tidak ada pembuktiannya," ucap Tito.

Tito menjelaskan, jika dugaan kecurangan itu dilakukan oleh peserta pemilu atau non-penyelenggara, maka pihak yang memiliki bukti dapat melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Selanjutnya, Bawaslu dapat melakukan proses non-litigasi dan litigasi atau proses hukum berdasarkan kasus per kasus yang dilaporkan.

Sementara, jika dugaan kecurangan dilakukan oleh pihak penyelenggara pemilu, maka jalur yang dapat ditempuh adalah melalui pelaporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Baca Juga:

Tiga ASN Muarojambi Terlibat Kasus Narkoba, Pemkab Muarojambi Akan Lakukan Tes Urine Seluruh ASN

Link Live Streaming Liverpool vs Barcelona Leg 2 Semifinal Liga Champions, Akankah The Reds Comeback

Pemkab Tanjab Barat Apresiasi Capaian Bank BPR Tanggo Rajo Atas Peningkatan Aset 7 Persen

Dukcapil Muarojambi Targetkan 20 Ribu Anak di Muarojambi Dapat Kartu KIA

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). (kompas.com)

Apabila dugaan kecurangan memiliki unsur pidana, DKPP dapat melimpahkan kasusnya ke Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu).

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved