Kisah Militer

Danjen Kopassus Legendaris Beri Contoh, Menang Pertempuran Meski hanya Bawa Sebilah Pisau Komando

Di bawah didikan sang kolonel yang sederhana namun keras, lahir jenderal-jenderal berpengaruh.

Danjen Kopassus Legendaris Beri Contoh, Menang Pertempuran Meski hanya Bawa Sebilah Pisau Komando
Tribunnews/Heruddin
Anggota Kopassus, pasukan elite TNI AD. 

Dia merupakan satu di antara Danjen Kopassus legendaris. Di bawah didikan sang kolonel yang sederhana namun keras, lahir jenderal-jenderal berpengaruh.

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Kolonel Moeng Pahardimulyo legendaris di kalangan Kopassus.

Nama Kolonel Moeng telah dikenal sejak pasukan elite TNI AD masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat ( RPKAD).

Pada masa itu, pelatihan untuk anggota Para Komando dirintis. 

Pada masa itu juga, terjadi perubahan warna baret Kopassus dari cokelat menjadi merah darah.

Situ Lembang, markas pelatihan Kopassus
Situ Lembang, markas pelatihan Kopassus (nidamiaaa)

Baca: Kompi C Dihujani Peluru Sniper, Kopassus Denjaka Paskhas Lawan Teman Sendiri Saparua 1999

Baca: Benny Kecantol Pramugari Garuda Indonesia, Perjalanan Cinta Kopassus yang Suka Hilang Mendadak

Baca: Sepak Terjang Profesor Intelijen Kopassus, Merayap di Sarang Kobra hingga Pertarungan Pisau Komando

Baca: Kopaska Beraksi di Bank, Perompak yang Ambil Tebusan Babak Belur Kena Jebakan Maut

Baca: Kapolsek Rochana dan Polwan Mira Kaget saat Nyamar jadi PSK, Ternyata Si Bos Itu sudah Dikenalnya

Baca: Suami Pukul Istri Pakai Palu, Hakim PN Jambi: Kalau Jagoan Coba Pukul Kepalamu Pakai Palu

Perubahan warna baret Kopassus itu memiliki cerita tersendiri, di tengah kondisi Republik Indonesia yang masih berumur muda.

Kolonel Moeng merupakan komandan yang terkenal keras dan disiplin. Dia dikenal gemar menerapkan hidup sederhana.

Moeng pernah menjabat sebagai Komandan RPKAD dengan pangkat letnan kolonel.

Pelantikkannya berlangsung di Manado, pada 3 Agustus 1958.

Kala itu Moeng Pahardimulyo langsung terjun ke medan operasi memimpin RTP 1 untuk merebut Kota Tondano. 

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved