Pilpres 2019

BPN Ingatkan Demokrat soal Etika Berpolitik Jika Ingin Keluar Koalisi 02, "Pisah Harus Baik-baik"

BPN Ingatkan Demokrat soal Etika Berpolitik Jika Ingin Keluar Koalisi 02, "Pisah Harus Baik-baik"

BPN Ingatkan Demokrat soal Etika Berpolitik Jika Ingin Keluar Koalisi 02,
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Anggota Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Andre Rosiade. 
BPN Ingatkan Demokrat soal Etika Berpolitik Jika Ingin Keluar Koalisi 02, "Pisah Harus Baik-baik"
Andre Rosiade mengingatkan Partai Demokrat soal etika berpolitik.

Hal itu disampaikan Andre untuk menanggapi pernyataan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengenai kerja sama dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur jika Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang di Pilpres 2019.

Andre mengingatkan Partai Demokrat soal etika berpolitik jika ingin berpisah dari koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga:

Kaltim Disebut Jokowi Cocok Jadi Lokasi Ibu Kota yang Baru, Kelebihannya Dibandingkan Daerah Lain

Antisipasi Penyalahgunaan Kendaraan Dinas, Bupati Haris akan Pasang Stiker Khusus

Andi Malarangeng Beberkan Maksud Setan Gundul Andi Arief yang Sampai Gegerkan Koalisi Kubu 02

Bupati Adirozal, Hilangkan Kebiasaan Saat Ramadhan, Sidak ke OPD tak Dilakukan Lagi, Ini Alasannya

Menurut Andre, sebaiknya kader-kader Demokrat menyampaikan hal itu dalam forum internal Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Kalau ingin berkomentar bicara, ayo di forum internal, bukan di media atau medsos. Habis waktu kami menanggapi kader koalisi yang sibuk di media atau media sosial," ujar Andre.

Andre mengatakan, BPN tak memaksa Demokrat untuk bertahan di koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Seandainya teman-teman ingin keluar, itu hak teman-teman Demokrat ya. Yang pasti prinsipnya Gerindra tidak akan memaksa atau meminta-minta suatu partai bertahan dalam koalisi," kata dia.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengatakan, kerja sama partainya dengan Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal berakhir jika pasangan calon nomor urut 01 dinyatakan menang.

Sebaliknya, jika Prabowo-Sandiaga dinyatakan menang, maka partainya punya kewajiban untuk mengawal pemerintahan.

Baca Juga:

Sandi Ngaku Tak Keberatan 3 Baliho Ucapan Selamat Kemenangan Prabowo-Sandi Diturunkan, Ini Alasannya

Rizal Ramli Dikabari Babinsa Soal Kemenangan Prabowo, Jenderal TNI: Mohon Tidak Gunakan Data Bohong

Walikota Fasha Takziah ke Rumah Duka, Petugas KPPS di Talang Bakung, Paal Merah yang Meninggal

Sinopsis Film Furious 7 Malam ini di Big Movies GTV, Film Terakhir Paul Walker Sebelum Kecelakaan

"Kalau Pak Prabowo menang, Partai Demokrat punya kewajiban moril dalam politik mengawal pemerintahan. Tapi kalau Pak Jokowi yang diputuskan menang, maka kerja sama koalisi maka berakhir," kata Ferdinand saat ditemui di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Ferdinand mengatakan, setelah seluruh tahapan pilpres berakhir, partainya berdaulat dan punya hak untuk menentukan sikap.

Ke depannya, Demokrat bisa saja berada di dalam pemerintahan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berada di luar pemerintahan.

Sikap tersebut, kata Ferdinand, sangat bergantung dari ajakan Jokowi dan pertimbangan Majelis Tinggi.

"Kalau Pak Jokowi mengajak (bergabung di pemerintahan) kita pertimbangkan, dan dibahas oleh Majelis Tinggi yang dipimpin Pak SBY. Kalau tidak mengajak nggak mungkin juga kita masuk dalam pemerintahan," ujar Ferdinand. (Haryanti Puspa Sari)

Baca Juga:

Rumah Mendadak Goyang, Ibu Kaget Ternyata Anaknya Berhubungan Intim dengan Paman

Soal Prabowo Menang 62 Persen, Pengurus Partai Demokrat Bilang Hidayat Nur Wahid Salah Pahami Data

Daftar Artis Indonesia yang Baru Puasa Pertama di Ramadan 2019, Ada Cewek Ahli Beladiri

Hal Tak Biasa Dialami Sule, Ketakutan Ayah Rizky Febian Saat Unggah Foto Naomi Zaskia di Instagram

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ingatkan Demokrat soal Etika Politik jika Ingin Keluar dari Koalisi 02, BPN: Pisah Harus Baik-baik

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved