Diam-diam Ada Provokasi ke KRI Tjiptadi, Tak Surutkan Menteri Susi, 13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan

Provokasi Kapal Vietnam terhadap Awak KRI Tjiptadi tak menyurutkan Menteri Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti untuk melakukan langkah tegas

Diam-diam Ada Provokasi ke KRI Tjiptadi, Tak Surutkan Menteri Susi, 13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan
(ANTARA FOTO/IZAAC MULYAWAN)
Diam-diam Ada Provokasi ke KRI Tjiptadi, Tak Surutkan Menteri Susi, 13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan 

TRIBUNJAMBI.COM - Diam-diam Ada Provokasi ke KRI Tjiptadi, Tak Surutkan Menteri Susi, 13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan

Provokasi Kapal Vietnam terhadap Awak KRI Tjiptadi tak menyurutkan Menteri  Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti untuk melakukan langkah tegas terhadap kapal-kapal asing penangkap ikan ilegal.

Pemusnahan kapal asing penangkap ikan ilegal pun tetap dilakukan, Susi Pudji Astuti terhadap kapal asing berbendera Vietnam.

Kali ini, Susi Pudji Astuti memimpin langsung pemusnahan kapal ilegal di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019).

Ada 13 Kapal Perikanan Asing (KIA) ilegal dengan bendera Vietnam yang ditenggelamkan pada kesempatan ini.

Baca: Cara Permintaan Maaf Andre Taulany ke MUI di Sorot Ustaz Solmed, Sebut Ini Pelajaran Menjaga Lisan

Baca: LENGKAP, Doa Ramadhan 2019/1440 Hari ke-1 Hingga ke-10, Lengkap Dengan Bacaan Latin & Terjemahan

Baca: Melaney Ricardo Bongkar Kejanggalan Undangan Syahrini dan Reino Barack untuk Luna Maya, Ini Katanya

Baca: Baru Menikah, Irish Bella & Ammar Zoni Unfollow Teman-teman Artis di Instagram, Termasuk Ranty Maria

Susi mengatakan, penenggelaman kapal ikan asing ini merupakan jalan keluar dari masalah sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang menurun.

"Ini merupakan way out yang sangat cantik untuk negara kita menakuti bangsa atau negara lain. Penyelesaian dengan cara ini seharusnya menjadi sebuah tradisi praktek penegakan hukum," ujar Susi melalui keterangan tertulis, Minggu (5/5/2019).

Menurut Susi, penenggelaman kapal ikan ilegal memberikan kepastian hukum di Indonesia sebagai negara berdaulat. Sikap ini terbukti memberikan efek jera terhadap para pencuri ikan di perairan Indonesia.

"Melalui penenggelaman, kita memberikan kepastian hukum kepada semua orang. Investasi perlu kepastian hukum di sebuah negara dan kita kasih kepastian hukum bagi pelanggar hukum. Tidak ada diskriminasi hukum,” kata Susi.

Selain itu, penenggelaman kapal ikan ilegal ini juga berdampak positif bagi produksi perikanan Indonesia yang mengalami kenaikan.

Baca: Nonton Episode 4 Game of Thrones Season 8 The Final Season Subtitle Indonesia, Begini Caranya

Baca: Disumpahi Jihan Fahira dan Netter, Andre Taulany ke MUI Mengaku Khilaf, Ustadz Solmed Beri Tanggapan

Baca: Gatot Nurmantyo Ingatkan Jenderal Terlibat Politik Praktis, Ungkap Ancaman Saat Jabat Panglima TNI

Adapun, pemusnahan 13 kapal ini adalah rangkaian rencana pemusnahan 51 kapal ikan ilegal yang telah berkekuatan hukum tetap.

Sebanyak 2 kapal telah ditenggelamkan April lalu. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melanjutkan penenggelaman 36 kapal lainnya.

 

Sejauh ini, KKP sudah menenggelamian sebanyak 503 kapal sejak Oktober 2014. Tepatnya terdiri dari 284 kapal Vietnam, 92 kapal Filipina, 23 kapal Thailand, 73 kapal Malaysia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal RRT, 1 kapal Nigeria, 1 kapal Belize, dan 26 kapal Indonesia.

Dalam penenggelaman kapal kali ini, Susi ditemani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Wakasal Laksdya Wuspo Lukito, Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Achmad Santosa, Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Baginda Polin Lumban Gaol, Kapolda Kalimantan Barat Didi Haryono, dan Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Greg Agung.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id 

Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved