Ketua PKS Mardani Ali Sera Haramkan Teriakan 2019 Ganti Presiden, Dukung Rekonsiliasi BPN-TKN

Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa?

Ketua PKS Mardani Ali Sera Haramkan Teriakan 2019 Ganti Presiden, Dukung Rekonsiliasi BPN-TKN
Kompas.com/Devina Halim
KETUA DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat ditemui di ruangannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2018). 

Ketua PKS Mardani Ali Sera Haramkan Teriakan 2019 Ganti Presiden, Dukung Rekonsiliasi BPN-TKN

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan dirinya telah menutup gerakan yang dia inisiasi, yaitu #2019gantipresiden beberapa hari sebelum pemungutan suara Pemilu 2019.

Bahkan, Mardani Ali Sera mengatakan #2019gantipresiden sudah tutup buku.

"Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? karena itu sudah hari terakhir kampanye."

"Kalau sekarang apalagi sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal. Ganti presiden sudah tutup buku," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Mardani Ali Sera juga ikut mendukung adanya rekonsiliasi antara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.

Dokter Pengidap HIV Tularkan Virus AIDS ke 65 Anak-anak, Lewat Jarum Suntik

Soekarno Kaget saat Dukun Sakti Jambi Tolak Tawarannya, Tak Ingin Mobil Mewah

SOSOK Panglima Tampan yang Sedang Marah, Pernah Menempeleng Presiden RI ke 2 Soeharto

Mengenal Hermanto Wijaya, Taipan Sumsel yang Jadi Mualaf Karena Merasa Hati Lebih Sejuk

Ia mengatakan, apabila keduanya terus saling berbalas komentar, maka akan semakin memecah belah masyarakat.

"Tinggal tekun aja, nggak usah saling sahut karena yang seperti itu membuat di bawah publik semakin pecah," kata Mardani Ali Sera.

Selanjutnya, Mardani mengatakan, siapapun yang menjadi presiden terpilih 2019 harus dihormati bersama.

Namun, apabila terjadi beberapa masalah diselesaikan sesuai dengan koridor hukum.

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved