Kisah Soeharto

Pilot Teken Surat Siap Mati Ketika Pesawat Jenderal Soeharto Disergap Pesawat Musuh, Lakukan Ini

Sebuah pesawat transport Convair CV-340 berpenumpang Soeharto nyaris disergap pesawat Neptune Belanda.

Pilot Teken Surat Siap Mati Ketika Pesawat Jenderal Soeharto Disergap Pesawat Musuh, Lakukan Ini
ist
Pilot Teken Surat Siap Mati Ketika Pesawat Jenderal Soeharto Disergap Pesawat Musuh, Lakukan Ini 

TRIBUNJAMBI.COM - PADA saat operasi komando pembebasan Irian Barat digelar, sebuah pesawat transport Convair CV-340 nyaris disergap pesawat Neptune Belanda.

Padahal di dalam pesawat yang sedang melakukan terbang patroli malam itu terdapat Panglima Komando Mandala, Mayjen Soeharto.

Di medan tempur yang makin memanas, keberadaan para panglima perang atau komandan tertinggi menjadi demikian penting karena sangat menentukan jalannya pertempuran.

Para komandan tempur yang sukses memimpin anak buahnya selain menjadi tokoh kunci juga menjadi target utama pasukan musuh.

Baca: Ada Kejanggalan, Bahasa Tubuh Jokowi Bersama Gusdur 13 Tahun Lalu Jadi Heboh,di Unggah Blontank Poer

Baca: Terbukti Mujarab! 7 Ramalan Gus Dur Nyata ke Soeharto & Jokowi, Terakhir ke Ahok, Terwujud kah?

Baca: Komandan Kopassus Rahasiakan Misinya, Sersan Badri Rela Ditampar Oknum TNI Demi Susupi Markas GAM

Baca: PEROMPAK Somalia yang Terkenal Ganas Dihabisi, Sukses Besar Gabungan Kopassus, Kopaska dan Denjaka

Untuk melindungi keberadaan dan mobilitas para panglima perang selain dijaga oleh pasukan terlatih juga didukung oleh informasi yang serba rahasia pada setiap sepak terjang para panglima perang.

Tapi misi melindungi para panglima perang menjadi sangat riskan ketika mereka sedang melaksanakan mobilitas menggunakan pesawat terbang.

Ketika pecah konflik militer antara Indonesia dan Belanda untuk memperebutkan wilayah Irian Barat (Papua) pada tahun 1962, para pilot maskapai penerbangan Garuda turut dilibatkan dalam operasi militer untuk menerbangkan pesawat-pesawat transport.

Sebelum melaksanakan tugas di medan tempur, mereka dilatih terlebih dahulu dengan latihan dasar militer dan selanjutkan mendapatkan pangkat perwira penerbang.

Baca: Yakin Teman Kamu Normal? Ini Ciri Pria Gay yang Terlihat, 10 Sifat Ini Melekat di Lelaki Homoseksual

Baca: AHY Diundang Jokowi ke Istana Kepresidenan, Harapan Usai Pilpres 2019 hingga Langkah Usai 22 Mei?

Baca: Reaksi Sandiaga, Gerindra & PKS Saat Tahu AHY Bertemu Jokowi di Istana, sebut Fight until the end

Baca: BREAKING NEWS: Persib Bandung Depak Miljan Radovic dan Tunjuk Sosok Pengganti, Robert Rene Alberts

Pesawat-pesawat transport yang diterbangkan oleh para pilot Garuda yang kemudian dikenal sebagai Wing Garuda (WG) dan Wing Garuda 011 (WG 011) itu antara lain C-47 Skytrain, DC-3 Dakota, dan Convair CV-340.

Misi tempur yang harus dilaksanakan para pilot WG dan WG 011 tidak selalu berjalan mulus, karena penerbangan mereka kerap dihadang cuaca buruk serta sergapan pesawat-pesawat tempur Belanda yang cukup canggih pada saat itu, Hawker Hunter MK-06, Firefly AS-4, Neptune P2V-7 dan Invander B-26.

Halaman
12
Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved