Kementerian Pertanian Hentikan Bantuan Bibit Kedelai di Muarojambi, Ganti Bibit Jagung 1.500 Hektare

Kementerian Pertanian menghentikan bantuan bibit kedelai untuk Kabupaten Muarojambi.

Kementerian Pertanian Hentikan Bantuan Bibit Kedelai di Muarojambi, Ganti Bibit Jagung 1.500 Hektare
Tribun Jambi/Zulkifli
Tanaman kedelai milik petani. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kementerian Pertanian menghentikan bantuan bibit kedelai untuk Kabupaten Muarojambi. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Muarojambi, Madong Butar Butar.

Disetopnya bantuan bibit kedelai ini disebabkan karena masyarakat Kabupaten Muarojambi dianggap tidak tertarik pada pertanian kedelai.

Madong mengatakan bahwa tahun lalu, Kementerian Pertanian pernah menyalurkan bantuan bibit kedelai, namun karena minat masyarakat Muarojambi kurang bantuan itu dihentikan tahun 2019 ini.

"Sudah pernah kita uji coba di daerah Sungai Aur, Kumpeh Ilir. Tapi minat masyarakat untuk tanaman kedelai ini sangat minim. Padahal potensi pengembangannya sebenarnya ada," ujarnya.

Akan tetapi, tahun ini Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan bibit jagung.  "Untuk jagung alhamdulillah kita masih diberi bantuan, karena memang komoditas padi dan jagung ini masih di minati masyarakat. Meskipun memang untuk jagung setiap tahun minatnya berkurang," katanya.

Baca: Bantu Korban Kebakaran Koto Salak, Pemuda Koto Iman Galang Dana Keliling Kampung

Baca: Tertangkap Berduaan di Kamar Hotel, Tiga Pasangan Bukan Suami Istri Digelandang Satpol PP Kota Jambi

Baca: Banyak yang Hidup di Luar Kawasan Konservasi, Kehidupan Harimau Sumatera Makin Terancam

Baca: Ibu Rumah Tangga Tewas Saat Mengejar Jambret, Jatuh dari Motor Anaknya Terpental ke Jalan

Baca: PT RKK Banyar Denda Rp 2 Miliar, Kesalahan Pada 2015 Ini Penyebabnya

Kata Madong, Kementrian Pertanian akan menyalurkan bantuan bibit jagung ke Kabupaten Muarojambi dengan luas tanam 1.500 hektare.

"Alokasi bantuan bibit jagung ini sebanyak 15 kilogram per hektare dengan sasaran luas tanam seribu lima ratus hektare," ungkapnya.

Lebih lanjut, Madong menjelaskan bahwa saat ini pihaknya gencar melakukan penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengubah pola pikir petani Muarojambi.

"Pola pikir masyarakat kita belum maju. Mereka menanam hanya untuk memenuhi kebutuhannya, belum punya keinginan untuk memasarkan," tuturnya.

Madong mengaku bahwa dengan kegiatan penyuluhan itu secara perlahan pola pikir masyarakat ini sudah mulai berubah. Penyuluh pertanian intens memberikan masukan dan berbagai pandangan sehingga petani sudah mulai merubah cara bertaninya.

"Merubah pola pikir itu sangat susah, tapi tetap kita upayakan. Hasilnya sudah mulai perubahan," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved