Bangunan Sekolah di Kerinci

20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK

20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK

20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Di sejumlah sekolah Kabupaten Kerinci hingga saat ini masih banyak yang kekurangan meubelair. Terutama jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pasalnya sudah lima tahun terakhir di Kerinci tak ada pengadaan meubelair. 

20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pemerintah Kabupaten Kerinci, terus memperbaiki infrastruktur sekolah. Meski begitu, masih terdapat beberapa sekolah dengan kondisi gedung sekolah belum baik.

Hal tersebut diiyakan Bupati Kerinci, H. Adirozal yang dikonfirmasi sejumlah awak media Rabu (1/5/2019). Menurutnya, untuk kondisi fisik gedung sekolah di Kabupaten Kerinci, sekitar 80 persen sudah kondisi baik dan bagus.

Baca: Fachrori Pimpin Upacara Hardiknas Tahun 2019, Lalu Berikan Penghargaan Kepada Guru Daerah Pelosok

Baca: Pertama Kali, 411 Siswa SD & SMP Negeri di Kota Jambi, di Wisuda Tahfidz Al Quran

Baca: Sudah Buat Surat Wasit saat Sakit, Ustaz Arifin Ilham Kini Unggah Tangis Haru & Berpelukan

"Kalau masih ada atap yang bocor belum pagar belum baik dan belum paving block, ya memang. Tapi tahun ini akan masuk Rp 10 milyar M lagi DAK ke sekolah. Kalau tidak salah Kamis atau Jumat sosialisasi pelaksanaanya," sebut Adi Rozal.

Dirinya berharap pada 2019 ini sudah 90 persen sekolah yang kondisi baik. Seperti atap yang bocor, belum ada pagar, bangku tidak baik lantai masih kurang bagus.

Baca: Kegalauan Soeharto Jelang Lengser Mei 1998, Penghianat yang Ditolak Pak Harto Sampai Mati

Baca: Pengumuman Hasil Assessment Tata Nilai Rekrutmen Bersama BUMN 2019, Saatnya Pilih BUMN-mu

Baca: Kenapa Hari Pendidikan Nasional Identik dengan Ki Hajar Dewantara dan Fakta Dipilihnya Tanggal 2 Mei

"Malah kita berencana akan ada sekolah yang direhab seperti SLTP, karena pekerangan yang kecil sedangkan muridnya banyak makanya akan dilakukan rehap tahun ini," ujarnya.

Ditanya soal tenaga pengajar, Bupati Kerinci dua periode ini mengatakan, untuk tenaga pengajar masih menjadi persoalan Pemkab Kerinci. Sebab banyak yang pensiun, dan penerimaannya tidak sesuai dengan yang pensiun.

"Kalau diserahkan kepala sekokah mengangkat tenaga honorer, takutnya tidak sesuai dengan kualifikasinya. Kita terus sampaikan kepada pemerintah pusat untuk tenaga pendidikan jangan di Moratorium, harus diterima terus," ujarnya. 

Selain pensiun lanjutnya, persoalan pemerataan tenaga pendidik juga menjadi masalah. Masih banyak tenaga pendidik yang menumpuk di wilayah tengah.

"Tenaga pendidik masih menumpuk di satu tempat, sehingga di ujung-ujung, seperti Muara Imat, Masgo, Telun Berasap dan Pauh Tinggi, itu masih kurang," bebernya.

20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK (Heru Pitra/Tribun Jambi)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved