Tak Ingin BRT Jadi Program Gagal, Dewan Ingatkan Dishub Kota Jambi Kaji Lebih Dalam

DPRD Kota Jambi meminta agar Dinas Perhubungan mempersiapkan terlebih dahulu segala fasilitas penunjang program Bus Rappid Transportation.

Tak Ingin BRT Jadi Program Gagal, Dewan Ingatkan Dishub Kota Jambi Kaji Lebih Dalam
Tribunjambi/Rohmayana
Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- DPRD Kota Jambi meminta agar Dinas Perhubungan mempersiapkan terlebih dahulu segala fasilitas penunjang program Bus Rappid Transportation (BRT). Pasalnya, pihaknya tak ingin program ini hanya sekedar sesaat, melainkan harus berkelanjutan.

"Harus dikaji betul, masyarakat kita sudah butuh atau belum, jangan sampai nanti justru tak ada peminatnya atau sepi," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun, Senin (29/4).

Junedi mengatakan sebelum program itu dijalankan, maka fasilitas penunjang harus disiapkan terlebih dahulu. Seperti adanya halte yang memadai dan juga jalur atau trayek.

"Ini harus dikaji betul, titik halte harus disesuaikan dengan titik keramaian masyarakat, jangan sekedar taruh saja. Jalur juga harus dipikirkan dengan matang," tambahnya.

Menurut pandangannya, untuk jalur pendek seperti dalam kota, maka hal itu belum efektif. Mengingatkan banyak jalan di Kota Jambi yang sempit.

"Kalau jalur pendek kurang efektif. Misalnya Pasar-Thehok dan lainnya. Tapi kalau mengambil rute jalur lingkar mungkin bisa," tambahnya.

Baca: Suara Partai Demokrat di Jambi Menurun, Edison Yakin Dapat 6 Kursi di DPRD Jambi

Baca: DPW PAN Jambi Enggan Beberkan Hasil Hitungan Internal, Kami Tunggu Hasil Rekap KPU

Baca: Miliaran Dana Desa di Sarolangun Tertahan Gara-gara Kades dan BPD Tak Kunjung Sepakati APBDes

Baca: Kasus Dugaan Suap CPNS Muarojambi, Salimah: Suami Saya Dijemput Tanpa Surat Penangkapan

Baca: Happening in May, Tunjukkan Kartu Pegawai Bisa Dapat Diskon 30 Persen Makan di Swiss-Belhotel Jambi

Kata dia, sebelum ujicoba dilakukan, pihaknya meminta kepada perintah untuk mengkaji lebih dalam lagi terutama mengenai trayek.

"Kita tidak mau ini menjadi program gagal, tidak diminati masyarakat. Makanya kajiannya harus dalam," katanya.

Sementara Kadis Perhubungan Kota Jambi, Shaleh Ridho, mengatakan untuk koridor dalam kota akan menggunakan bus engkel dengan kapasitas 14 penumpang.

"Bus nya murni dari swasta. Untuk jalur lingkar akan di isi bus yang lagi diajukan bantuan ke kementerian," tambahnya.

Dikatakan Shaleh Ridho bahwa nantinya angkutan kota akan dijadikan sebagai umpan (feeder). Angkutan kota akan menjemput warga di wilayah pemukiman, lalu setibanya di jalur protokol bisa langsung naik bus sarana angkutan umum (SAUM).

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved