DULU Dicampakkan Jadi Pakan Ayam, Sekarang Makanan Berlendir Ini Harganya Rp 17 Juta per Kilo

TRIBUNJAMBI.COM- Angulas bahasa Spanyol yang digunakan untuk menyebut anak belut, adalah salah satu

DULU Dicampakkan Jadi Pakan Ayam, Sekarang Makanan Berlendir Ini Harganya Rp 17 Juta per Kilo
TRIBUNJAMBI/RIDA EFRIANI
Ilustrasi - tangkap_belut

TRIBUNJAMBI.COM- Angulas bahasa Spanyol yang digunakan untuk menyebut anak belut, adalah salah satu makanan paling mahal di negara itu.

Makanan ini hampir tidak memiliki rasa sama sekali, berlendir, tak ubahnya seperti cacing lemas yang tersaji di atas piring.

Lalu, mengapa harganya mencapai ratusan euro dan dijual direstoran mahal?

Baca: Rio Dusun Telentam Dilantik, Ini Pesan dan Tugas dari Bupati Bungo

Dulu, angulas digunakan untuk pakan ayam dan babi, bahkan bukti sejarah mengungkap makanan ini adalah makanan pokok elas pekerja di Spanyol utara.

Tetapi jangan kaget, angulas kini dijual per kilo dengan harga 1.000 euro atau setara Rp17 juta.

Jadi, boleh dibilang hanya orang-orang kaya yang mampu membelinya.

Baca: Perhatikan Penderita Penyakit Jiwa, Pemkab Bungo Bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa

Kelangkaan memainkan peran besar dalam melejitnya harga angulas.

Bendungan, degradasi lingkungan, dan penangkapan ikan yang berlebihan, mempengaruhi populasi anakan belut.

Harganya mencapai 1.000 euro, atau setara Rp17 juta.

Semakin jarang angulas didapatkan, semakin mahal pula harganya.

Baca: Ternyata Selama Tiga Jam Khofifah Indar Parawansa Diperiksa KPK di Mapolda Jatim, Terkait Kasus Ini

Halaman
12
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved