Sejarawan Ungkap Misteri Pembantaian dan RudapaksaPerawat Australia di Pulau Bangka

Pada 1942, sekelompok perawat Australia dibunuh serdadu Jepang yang belakangan dikenal dengan peristiwa pembantaian di Pulau BangkA

Sejarawan Ungkap Misteri Pembantaian dan RudapaksaPerawat Australia di Pulau Bangka
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Pada 1942, sekelompok perawat Australia dibunuh serdadu Jepang yang belakangan dikenal dengan peristiwa pembantaian di Pulau Bangka.

Kini, seorang sejarawan menghimpun bukti yang mengindikasikan perawat-perawat itu mengalami kekerasan seksual.

Para perawat dirudapaksa sebelum dibantai dan pemerintah Australia menutupi kejadian itu.

 

"Perlu sekelompok perempuan untuk menyingkap kebenaran ini—dan akhirnya untuk menuturkannya."

Sejarawan bidang militer, Lynette Silver, tengah mendiskusikan apa yang menimpa 22 perawat Australia yang disuruh berbaris ke tepi laut di Pulau Bangka, Indonesia.

 

Mereka kemudian diberondong dengan senapan mesin pada Februari 1942 lampau. Semua perawat meninggal dunia kecuali satu orang.

"Peristiwa (pembunuhan) ini cukup mengejutkan semua indera. Namun, bahwasannya mereka diperkosa terlebih dahulu merupakan kebenaran yang terlalu mengerikan untuk dibincangkan," kata Silver, merujuk klaim yang dia perinci dalam buku barunya.

"Sejumlah perwira senior militer Australia ingin melindungi keluarga-keluarga yang berduka dari stigma pemerkosaan. Kejadian itu dipandang sebagai aib. Pemerkosaan dipandang lebih buruk dari kematian dan saat itu masih menjadi pelanggaran yang (pelakunya) bisa dihukum gantung di New South Wales sampai 1955."

Baca: Kebakaran di Desa Lambur Luar yang Renggut Nyawa Balita, Merupakan Kali Ke 5 Sejak Tahun 1979

Baca: Jadwal lliga 1 2019, Madura United Fc Start Kick Off 8 Mei 2019, Ambisi Juara Laskar Sapi Kerap

Baca: TKW Indonesia Terancam Hukuman Mati, Bunuh Majikan 98 Tikaman saat Ambil Paspor yang Ditahan

Baca: Mata Najwa Sore Ini Tayang Lebih Awal untuk Bongkar-bongkaran, Jokowi: Terlalu baper saya kira

Penyintas tunggal

Vivian Bullwinkel kena tembak dalam peristiwapembantaian di Pulau Bangka. Namun, dia berhasil luput dari kematian setelah pura-pura meninggal.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved