Terungkap, Nur Ikhwan Mengaku Dapat Fee Rp 90 Juta dari Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi

Terdakwa Nur Ikhwan dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi bimtek DPRD Kota Jambi, pada Senin (22/4).

Terungkap, Nur Ikhwan Mengaku Dapat Fee Rp 90 Juta dari Korupsi Bimtek DPRD Kota Jambi
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi menahan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi dana bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD Kota Jambi tahun 2012-2014. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa Nur Ikhwan dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi bimtek DPRD Kota Jambi, pada Senin (22/4).

Nur Ikhwan mengaku mendapatkan 90 juta dari seluruh bimtek yang ada. Dirinya mengatakan ada 23 perjalanan selama 2012, 2013 dan 2014. Pada 2012 dan 2013 ada 9 kali dan terakhir 5 kali," katanya.

Nur Ikhwan mengatakan saat 2012 sampai 2014 ada 39 perjalanan dalam bentuk bimtek
Insayadi selaku tim JPU menanyakan pada Nur Ikhwan dengan tegas tentang angka itu.

"Kok ada 39 kali. Di BAP dalam setahun itu hanya boleh bimtek selama 8 sampai 9 kali," tanyanya.

Nur Ikhwan diam saja.

Diketahui sebelumnya sidang lanjutan kasus korupsi Dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kota Jambi periode 2009 - 2014 dengan terdakwa yakni  Syarial dengan agenda saksi terdakwa Nur Ikhwan mengaku untuk menjadi sekertaris dewan (Sekwan) harus memberikan setoran ke fraksi Rp 250 juta.

Baca: Dua Kasus Politik Uang di Batanghari dan Sungai Penuh Masuk Tahap Penyelidikan Tim Gakumdu

Baca: Tentukan Awal Ramadan, Kemenag Jambi Akan Lakukan Rukyatul Hilal di Atas Dua Hotel Ini

Baca: Biaya Haji di Jambi Paling Murah, Antrean Sampai Tahun 2039

Baca: Pemilu Lanjutan di Kota Jambi Tunggu Hasil Koordinasi KPU

Baca: Tiga Koruptor di Jambi Jadi DPO, Kejati Ungkap Kesulitan Tangkap Pelaku Karena Gonta-ganti Identitas

Nur Ihwan  saat duduk sebagai saksi mengungkapkan jika ingin menjadi sekwan di DPRD Kota Jambi harus memberikan setoran ke sejumlah fraksi yang ada di DPRD. 

Hal itu ia ketahui saat pengangkatan terpidana Rosmansyah menjadi sekertaris dewan. 

"Dia (Rosmansyah), harus membayar Rp 250 juta ke sejumlah fraksi," katanya di Persidangan yang diketuai Yandri Roni, pada Senin (22/4).

Namun ia tidak tau persis fraksi dari partai mana saja yang saat itu harus dibayar Rosmansyah. 

"Waktu itu pak Rosmanysah yang bilang kalau sudah bayar fraksi tapi dia dia ga menyebutkannya," Ungkapnya.

Sebelumnya dua tersangka kasus dugaan korupsi Dana Bimbingan Teknis (bimtek) di DPRD Kota Jambi masa periode 2009 - 2014, Nur Ikhwan dan Syahrial didakwa bersalah terlah melakukan korupsi secar bersama sama.

Kedua terdakwa tersebut didakwa dengan ancaman hukuman penjara secata primair paling lama 20 tahun dan ancaman subsider paling lama 5 tahun penjara.

Hakim Albana selaku Jaksa Penuntut Umum mengaakan mereka dijerat Pasal 2 atau pasa 3 Ayat (1) Junto, Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca: 13 Kotak Suara di Koto Padang Dibakar, KPU Sungai Penuh Jadwalkan Pemilu Ulang 27 April

Baca: Seminggu Dibuka, Pendaftar Lelang Jabatan Sekda Tanjab Barat Masih Kosong

Baca: PMII Jambi Minta Warga Jambi Tak Terpecah dengan Klaim Kemenangan Dua Paslon 01 dan 02

Baca: Ibni Lari ke Rumah Neneknya Usai Menusuk Dada Suhendra, Begini Kronologi Pembunuhan Warga Tebo

Baca: 24 dan 27 April, 4 TPS di Tanjab Barat akan Kembali Lakukan Pemilu, Begini Penjelasan KPU

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved