Pilpres 2019

Sudah 90 Petugas KPPS Meninggal Saat Bertugas, Jokowi Anggap Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla Serukan

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, hal ini terkait banyaknya korban meninggal dunia yang kelelahan saat bertugas menjadi anggota Kelompok

Sudah 90 Petugas KPPS Meninggal Saat Bertugas, Jokowi Anggap Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla Serukan
Theresia Felisiani
Sudah 90 Petugas KPPS Meninggal Saat Bertugas, Jokowi Anggap Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla Serukan 

Sudah 90 Petugas KPPS Meninggal Saat Bertugas, Jokowi Anggap Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla Serukan

TRIBUNJAMBI.COM - Pesta demokrasi telah selesai.

Kini masyarakat tinggal menunggu hasil resmi dari KPU siapa yang bakal lolos, mulai dari anggota DPRD, DPD, DPRI dan Presiden-Wakil Presiden.

Namun disisi lain, penyelenggaraan pemilu serentak nampaknya harus dievaluasi.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, hal ini terkait banyaknya korban meninggal dunia yang kelelahan saat bertugas menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Ia mengatakan, sejak awal telah ada kekhawatirkan terkait beban kerja yang sangat berat dari seorang petugas KPPS, mengingat Pemilu 2019 merupakan pemilu yang paling rumit.

Baca: Bukan Prabowo, Ini Sosok yang Bakal Jemput Rizieq Shihab Agar Bisa Lebaran di Indonesia: Saya Harus

Baca: Kalah Pilpres Sebut Prabowo Kena Gangguan Jiwa, Pablo Benua Suami Rey Utami: Sandiaga Pecah Kongsi

Baca: Seminggu Bisa Turun 5 Kg Berat Badan, Begini Cara Lakukan Diet Lemon, Efektif, Yuk Dicoba!

Baca: Syahrini Ditantang Tiru Luna Maya Pamer Wajah Tanpa Make Up, Begini Reaksi Istri Reino Barack

“Itulah yang kita khawatirkan sejak awal. Bahwa ini pemilu yang terumit, ternyata ada korbannya, baik di kalangan KPPS, juga di kepolisian ada korban,” kata JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, seusai menerima tokoh dan pimpinan ormas Islam, Senin (22/4/2019) malam.

JK pun meminta agar pilpres dan pileg ke depan penyelenggaraannya dipisah, di mana pemilihan calon anggota legislatif digelar tertutup oleh parpol.

Masyarakat, usul JK, cukup memilih partai, dan partai yang menentukan calegnya sendiri.

“Tentu harus evaluasi yang keras, Salah satu hasil evaluasi dipisahkan antara pilpres dengan pileg itu supaya bebannya jangan terlalu berat. Termasuk juga caleg-caleg itu tertutup. Pilih partai saja, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung,” paparnya.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved