Panca Maling Laptop, Uang dan Perhiasan di Bungo Lalu Kabur ke Curup, Tertangkap di Sarolangun

Rumah sedang sepi, Panca menyelinap lewat jendela. Keluar dari sana, dia membawa tas berisi laptop, uang, dan perhiasan.

Panca Maling Laptop, Uang dan Perhiasan di Bungo Lalu Kabur ke Curup, Tertangkap di Sarolangun
auto-theft.info
Ilustrasi 

Panca maling laptop, uang dan perhiasan di Bungo lalu kabur ke Curup, dikejar akhirnya tertangkap di Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Rumah sedang sepi, Panca menyelinap lewat jendela. Keluar dari sana, dia membawa tas berisi laptop, uang, dan perhiasan.

Aksinya diketahui tetangga yang kemudian menyampaikan kepada pemilik rumah. Alhasil, Panca Agus yang kabur dengan travel, dikejar dan dapat di Sarolangun.

Peristiwa itu diceritakan Agung, selaku saksi korban dalam perkara pencurian di Pengadilan Negeri (PN) Muara Bungo, Selasa (23/4/2019).

Dalam sidang beragendakan pemeriksaan saksi itu, Agung beserta ibunya, Ponirah, memberikan kesaksian mengenai pencurian yang melibatkan terdakwa Panca.

"Tahunya itu, pas jam 12.00 WIB, pas sudah pulang. Ibu saya tahu duluan. Emas dan uang dalam lemari, terus laptop di kamar saya hilang," kata Agung.

Baca: Video: Detik-detik Kepanikan saat KMP Saluang Tenggelam di Sekadau Kalimantan Barat

Baca: Suami Bunuh Istri, Alex di Muarojambi Bakal Dituntut Hukuman Mati

Baca: Bawa Lima Linting Ganja, Residivis Narkotika di Jambi Kembali Masuk Bui, Divonis 7,5 Tahun

Baca: Ini Nama-nama Caleg yang Diprediksi Bakal Duduk di Kursi DPRD Batanghari

Baca: Dua Pekan Jelang Ramadan, Harga Ayam Daging Cabai Bawang di Pasar Keramat Tinggi Merangkak Naik

Sontak, dia langsung menanyai tetangga di sekitar rumah. Berdasarkan keterangannya, tetangganya melihat Panca sempat bolak-balik di sekitar rumahnya. Ketika keluar, terdakwa membawa tas laptop.

"Saya tanya, kata tetangga saya dia (Panca) mau pulang kampung ke Curup. Dia cari travel di dekat Masjid Agung," ungkap Agung.

Mendengar hal itu, dia langsung bergegas mengejar, sampai akhirnya tertangkap di Sarolangun. Ponirah menambahkan, setelah menyadari barang-barangnya hilang, dia melihat jendela kamarnya tercongkel.

"Pintu digembok. Pas tengok jendela, sudah tercongkel," jelasnya.

Keterangan kedua saksi tersebut tidak dibantah terdakwa. Aksi pencurian itu dilakukannya pada Januari lalu.
Dia mengakui, usai mengambil barang-barang korban, dia langsung memesan travel menuju kampungnya di Curup.

Sidang lanjutan akan digelar pekan depan. "Untuk sidang selanjutnya, akan kita tunda hingga minggu depan," kata hakim ketua, Flowery Yulidas.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved