Berita Kriminal Jambi

Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia

Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia

Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia
Tribunjambi/Jaka HB
Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia 

Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Gerry Farilan, terdakwa kasus kredit fiktif kantor cabang pembantu Bank Mandiri Tebo, membantah kesaksian bawahannya, terkait data yang diinput ke sistem, pada Senin (22/4/2019). Bantahan itu disampaikannya dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jambi.

Gerry menunjukkan sebuah kertas yang menunjukkan perjanjian antara dirinya dan keempat bawahannya yang juga menjadi terdakwa.

"Tidak semua data yang dimasukkan dalam sistem itu dari saya," ungkap Gerry.

Baca: Viral Skripsi Setebal 1000 Halaman Ternyata Ini yang Dibahas dalam Tulisannya tentang Artis Branding

Baca: Prabowo Subianto Kurang Sehat, Luhut Pandjaitan: Prabowo Adalah Orang Baik dan Rasional

Baca: Grace Natalie dan Tsamara Amani Diajak Cak Imin Gabung PKB, Jawaban Ketum PSI Singgung Pemilu 2024

Terdakwa lainnya David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana yang merupakan marketing, juga berstatus terdakwa, kembali membantah keterangan Gerry.

"Semua data dari pak Gerry yang mulia," kata salah satu terdakwa.

Sebelumnya diketahui adaluma terdakwa dalam sidag perkara ini. Mereka adalah Gerry Farilan sebagai kepala cabang pembantu (KCP) Sumber Agung Blok E Tebo PT Bank Mandiri (persero). Selain itu marketing atas nama David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana.

Baca: Kapolda Jambi Turun Langsung Pantau Pleno Penghitungan Suara di PPK Kota Jambi dan Muarojambi

Baca: Pasca Pemilu, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sengeti Merangkak Naik, Harga Cabai Rawit Naik Tinggi

Baca: VIDEO: Detik-detik Lucinta Luna Ribut dengan Deddy Corbuzier Tersebar di Media Sosial

Dalam kasus ini, kelima terdakwa telah didakwa secara bersama-sama melakukan tidak pidana korupsi. Yakni mencairkan dana fiktif, dengan menggunakan data nasabah yang telah lunas kreditnya.

Pencairan dilakukan menggunakan foto kopi sertifikat dan data pendukung lainnya pada debitur tahun 2015 dan tahun 2016. Atas perbuatan tersebut timbul kerugian keuangan negara mencapai Rp 2.4 miliar.

Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved