Kredit Fiktif

Keterangan Terdakwa Kredit Fiktif Berbelit-belit, Hakim: Jaksa Jangan Didebat, Nanti Dipertimbangkan

Keterangan Terdakwa Kredit Fiktif Berbelit-belit, Hakim: Jaksa Jangan Didebat, Nanti Dipertimbangkan

Keterangan Terdakwa Kredit Fiktif Berbelit-belit, Hakim: Jaksa Jangan Didebat, Nanti Dipertimbangkan
Tribunjambi/Jaka HB
Keterangan Terdakwa Kredit Fiktif Berbelit-belit, Hakim: Jaksa Jangan Didebat, Nanti Dipertimbangkan 

Keterangan Terdakwa Kredit Fiktif Berbelit-belit, Hakim: Jaksa Jangan Didebat, Nanti Dipertimbangkan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gerry Farilan, terdakwa dalam perkara kredit fiktif di KCP Bank Mandiri Tebo, menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum dengan tidak konsisten.

Sesekali mengatakan betul, beberapa detik kemudian mengatakan tidak dan mengubah jawabannya menjadi pasti.

Putu, salah seorang JPU bertanya apakah buku tabungan dan ATM kreditur ada pada terdakwa Gerry. 

"Betul, eh tidak," jawab Gerry.

Baca: Wakapolda Jambi Tinjau Tiga PPK di Kota Jambi, Situasi Masih Ramai dan Aman

Baca: Pilot Pesawat Soeharto sudah Teken Surat Kontrak Siap Mati, Disergap Jet Musuh di Irian Barat

Baca: Terdakwa Kredit Fiktif, Bantah Kesaksian Bawahannya, Sebut Tidak Semua Data Dari Dia

Gerry mengatakan customer service itu punya buku catatan terkait itu. Semua sudah dicatat.

"Saya bertanya apakah buku tabungan dan ATM ada pada anda. Sebab dari saksi sebelumnya mengatakan buku dan ATM ada pada anda," sebut I Putu Eka Suyantha, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut.

Ketua majelis hakim Erika Sari Emsah Ginting, mengatakan pada jaksa agar tidak usah berdebat.

"Tidak usah didebat jaksa. Nanti ada pertimbangannya dari fakta-fakta yang ada," jelas Erika.

Sidang perkara kredit fiktif di Pengadilan Tipikor Jambi
Sidang perkara kredit fiktif di Pengadilan Tipikor Jambi (Tribunjambi/Jaka HB)

Sebelumnya diketahui adaluma terdakwa dalam sidag perkara ini. Mereka adalah Gerry Farilan sebagai kepala cabang pembantu (KCP) Sumber Agung Blok E Tebo PT Bank Mandiri (persero). Selain itu marketing atas nama David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana.

Dalam kasus ini, kelima terdakwa telah didakwa secara bersama-sama melakukan tidak pidana korupsi. Yakni mencairkan dana fiktif, dengan menggunakan data nasabah yang telah lunas kreditnya. Pencairan dilakukan menggunakan foto kopi sertifikat dan data pendukung lainnya pada debitur tahun 2015 dan tahun 2016. Atas perbuatan tersebut timbul kerugian keuangan negara mencapai Rp 2.4 miliar.

Keterangan Terdakwa Kredit Fiktif Berbelit-belit, Hakim: Jaksa Jangan Didebat, Nanti Dipertimbangkan (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved