Kembali Erupsi, Lontaran Abu Vulkanik Gunung Agung Capai 3.000 Meter ke Segala Arah

Pos Pengamatan Gunung Agung melaporkan tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak kawah atau 6.142 meter di atas permukaan

Editor: Suci Rahayu PK
Gunung Agung 

Kembali Erupsi, Lontaran Abu Vulkanik Gunung Agung Capai 3.000 Meter ke Segala Arah

TRIBUNJAMBI.COM, BALI - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali erupsi, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 18.56 Wita.

Pos Pengamatan Gunung Agung melaporkan tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak kawah atau 6.142 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu vulkanik kelabu tebal, tertiup angin condong ke arah Barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi ± 1 menit 22 detik.

Baca: Ternyata PM Sri Lanka Sudah Tahu Rencana Serangan Bom, Tapi . . .

Baca: Ramalan Zodiak Mingguan 21-27 April 2019 - Pekan Baik Aries, Capricorn Perhatikan Kesehatanmu

Baca: Hasil & Klasemen Sementara Liga Inggris Pekan ke-35 - Liverpool Menang, Manchester United Hancur

"Erupsi ini lebih besar dibandingkan erupsi tadi pagi pukul 03.21 WITA yang tinggi kolom abu vulkanik mencapai 2.000 meter," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi, Minggu.

Diperkirakan hujan abu akan jatuh di sekitar Gunung Agung, khususnya di wilayah selatan hingga barat daya sesuai citra satelit Himawari.

Erupsi disertai lontaran batu pijar di sekitar puncak Gunung Agung.

Lontaran material letusan berupa abu vulkanik dan pasir mencapai 2.500 - 3.000 meter dari puncak ke segala arah. Suara letusan terdengar hingga Bangli dan Klungkung.

Fotografer mengabadikan Gunung Agung dari Embung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (30/6/2018). Asap solfatara terlihat masih berembus tipis.
Fotografer mengabadikan Gunung Agung dari Embung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (30/6/2018). Asap solfatara terlihat masih berembus tipis. (Tribun Bali/I Putu Darmendra)

Sutopo mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat erupsi tersebut. Masyarakat juga tidak perlu mengungsi.

Status masih tetap siaga level III. Rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak gunung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

Baca: Hasil Liga Spanyol - Real Madrid Menang, Berbekal 64 Poin Bertengger di Posisi 3 Klasemen Sementara

Baca: Kopassus, Kopaska dan Denjaka Bergabung, Perompak Somalia Dihabisi di Garis Pantai, Sukses Besar

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landasan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

BPBD di sekitar Gunung Agung seperti BPBD Kabuapaten Karangasem, BPBD Klungkung, BPBD Bali dan aparat lainnya telah menyiapkan masker yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak.

Hingga saat ini Bandara Internasional IGK Ngurah Rai masih normal.

Tidak ada dampak dari erupsi terhadap aktivitas penerbangan.

Aktivitas masyarakat juga tetap normal dan Bali aman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Agung Erupsi, Lontaran Abu Vulkanik hingga 3.000 Meter ke Segala Arah", 

Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved